Korban DBD Di Rawat di Palembang Meningkat

9

BP/DUDY OSKANDAR
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Palembang, dr Letizia

Palembang, BP

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Palembang, dr Letizia memastikan kalau di kota Palembang belum ada korban jiwa akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) .

Namun korban yang dirawat di rumah sakit di kota Palembang akibat DBD diakuinya lebih banyak atau meningkat di bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya.

“Jumlah  kasus DBD  di bulan Januari 2019 ada sekitar 132 kasus,” katanya.

“ Memang kasus demam berdarah ini meningkatnya pas musim hujan, dimana musim hujan ini khan banyak tempat mengindukan nyamuk terutama kalau masyarakat tidak memperhatikan  kebersihan lingkungan sendiri,” katanya, Kamis (21/2).

Karena menurutnya, nyamuk ini telurnya hidup dalam air yang tergenang sehingga jika kebersiham kurang  apalagi tempat air, tempat penampungan air tidak di jaga maka nyamuk ini akan berkembang dimusim hujan.

Sebelumnya Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sedang marak terjadi di tengah masyarakat, bahkan Kecamatan Jakabaring Palembang, tercatat sejak Tahun 2019 menjadi daerah terbanyak ke dua dengan 22,7 persen masyarakatnya terkena virus DBD dibawah Kecamatan Sako, Selasa (12/2).

Baca:  Fokus Kelola JSC Secara Bertanggungjawab

Guna melakukan pencegahan serta pemusnahan nyamuk aedes aegypti ini pihak kecamatan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas serta para dokter agar melakukan dengan cepat, sehingga wabah ini tidak marak terjadi.

“Banyak hal dilakukan, diantaranya penanggulangan dan Penularan DBD tingkat kecamatan, sehingga koordinasi antara dokter puskesmas dan pihak kecamatan dibantu warga agar cepat mendapat informasi dan langsung ditangani apabila ditemukan gejala DBD,” ungkap Sekertaris Camat Jakabaring Palembang, Sapta Marus.

Menurut dia, upaya lain, ialah melakukan Lintas Sektor Puskesmas. Dimana, saling berkoordinasi dengan para dokter guna menyaring informasi, sehingga terkoneksi antar pihak berwenang.

Baca:  Jalan Palembang- Lubuk Linggau Rusak Parah

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan jentik nyamuk, sebelum dilakukan tindakan pengasapan seperti Fogging.

Upaya Fogging, kata dia, pihaknya tidak bisa melakukan secara terus menerus, dikarenakan nyamuk tersebut menjadi imun atau kebal terhadap racun.

“Kita fokuskan pertama pemusnahan tempat bersarangnya nyamuk aedes ini. Namun kalau untuk fogging kita harus menunggu cairan obat dari Dinkes, karena tidak bisa sembarangan lantaran mengandung racun cukup berbahaya,” jelas dia.

“Kecamatan Jakabaring ini memiliki 2 Puskesmas, Pembina dan OPI, namun yang banyak terkena DBD ini diwilayah Kelurahan Silaberanti, 8 Ulu dan 9-10 Ulu, meski kita juga ada Rumah Sakit terdekat,” ujarnya.

Sementara, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Palembang, Fauzia berkata sesuai data update bulan Januari 2019, sampai saat ini masyakarat yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 150 orang, dan ada 21 orang di Bulan Februari.

Baca:  Robi Jawab Tidak Tahu Soal Uang dan Mobil Yang Dia Berikan Kepada Elfin

Sedangkan untuk angka pasien yang terkena DBD, sesuai data masuk tahun 2019, yakni Kecamatan Sako yang terbanyak, disusul Jakabaring dan Sukarame.

” Untuk di Sako bukan dilihat dari jumlah, tetapi penyakit dilihat dari angka kejadian dan insiden rate dibagi jumlah penduduk dikali 100 ribu. Jadi per 100 ribu mencapai 29,1 persen,” katanya.

Sesuai target dari kementerian diambang batas kasus DBD, harus dibawah 49 per 100 ribu.

“Memang dilihat dari ambang batas Kemenkes masih dibawah itu, tetapi mesti diupayakan kemandirian masyarakat terutama digalakkan setiap rumah harus bertanggung jawab untuk memantau setiap jentik nyamuk,” jelasnya.

Kebanyakan wabah penyakit itu, seperti di kolam-kolam dan bak bekas sebagai tempat genangan air ketika musim hujan.#osk