Gerindra Sumsel Kerahkan 2 Saksi di Tiap TPS

4

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua tim penasehat Badan PemenanganDaerah (BPD) Tim pasangan calon 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno Provinsi Sumsel, H Budiarto Marsul didampingi Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumsel H Nopran Marjani di sela-sela nobar debat capres dan cawapres, Minggu (17/2).

Gerindra Sumsel Kerahkan 2 Saksi di Tiap TPS
Palembang, BP

Partai Gerindra akan menyiapkan dua saksi setiap TPS pada Pemilu 2019. Satu saksi berperan dalam mengawal perolehan suara pemilihan  legislatif (Pileg) dan satu saksi pada suara pemilihan presiden (Pilpres).

“Saksi jelas sudah kita siapkan di Sumsel, nantinya ada 2 saksi di setiap TPS, 1 saksi untuk ngawal suara pemilihan Presiden dan caleg,” kata Sekretaris DPD Gerindra Sumsel, Nopran Marjani, Senin (18/2).

Selain itu, diungkapkan Nopran, pihaknya juga akan menyiapkan saksi- saksi yang mengkoordinir setiap 10 TPS.

Termasuk di PPS (Kelurahan/ Desa), PPK (Kcamatan) hingga tingkat KPU Kabupaten/ kota.

“Jadi, kita sudah selesai merekrut saksi dan sudah disampaikan ke DPP Gerindra, saksi nanti dipersiapkan dengan sebaik mungkin,” katanya.

Ditambahkan Nopran, partainya mempersilakan para calegnya untuk mempersiapkan saksi sendiri, meski tidak diwajibkan.

“Caleg dipersilahkan untuk menyiapkan saksi sendiri, sebagai saksi cadangan, tapi mereka tidak bisa masuk TPS, karena setiap TPS hanya 1 saksi yang diberi mandat dan diizinkan,” katanya.

Diterangkan Nopran, peran saksi akan sangat “vital” dalam mengawal perolehan suara, sehingga sebelum turun nantinya mereka akan diberikan pelatihan dan pembekalan dari partai.

“Saksi harus memastikan berapa pemilih yang datang dan tidak ke TPS. Kedua, mereka harus memperhatikan apakah yang memilih sama namanya dengan yang terdaftar di DPT. Jangan sampai yang nyoblos sedikit, tapi saat perhitungan jumlahnya naik dan ini dimainkan, termasuk perekapan harus diawasi,” katanya.

Dilanjutkan mantan anggota DPRD Sumsel ini, pihaknya tetap mengkhawatirkan kecurangan akan tetap ada, apalagi di daerah yang jauh atau pelosok kota.

“Untuk mengawasi kecurangan nanti, bagaimana mengawal kotak suara berbahan kardus, TPS ke PPS hingga ke PPK, yang akan menginap.Ini harus dikawal, karena indikasi kecurangan tetap ada, apalagi di daerah terpencil. Dulu kotak kaleng saja bisa dibuka, apalagi saat ini kardus,”  katanya#.osk

 

Baca:  Ketua DPW Gelora Indoensia Sumsel Apresiasi Ultah Ke 11 Lintas Politika Indonesia