Ultimate magazine theme for WordPress.

DPRD Sumsel Terus Godok Perda Ketahanan Pangan

BP/IST
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Sujarwoto

Palembang, BP

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Sujarwoto mengatakan, untuk peraturan daerah (Perda) ketahanan pangan  kini terus di godok dan di bahas oleh DPRD Sumsel dan Pemprov Sumsel.

 Menurutnya,  peranan ketahanan Pangan yang paling utama untuk bencana  yang Operasi Perangkat Daerah (OPD)nya adalah ketahanan pangan namun ada instansi lain yang terlibat didalamnya  seperti Bulog, Dinas Pertanian, Biro Perekonomian.

Baca Juga:  DPRD Pertanyakan Pembatalan Sejumlah Perda dari Sumsel

“ Yang paling utama ketahanan pangan itu daerah miskin, daerah bencana , itu yang paling di utamakan di ketahanan pangan , jadi kalau ada kita temukan daerah kekurangan pangan langsung beras tersalur,” katanya, Minggu (17/2).

      Dalam perda tersebut  sementara di tulis perda ketahanan pangan pokok, artinya pokok hanya sebatas beras saja.

Baca Juga:  Dapil VII DPRD Provinsi diisi Wajah Baru

“ Pokok itu masih kita pertimbangkan  kita buang, ketahanan pangan pemerintah provinsi, jadi itu yang nanti terjadi perdanya itu, ketahanan pangan itu artinya sembako disitu ada air, indomie dan lain-lain,” katanya.

      Politisi partai Gerindra mengharapkan doa masyarakat Sumsel agar perda ini bisa segera selesai.

Selain itu dia menjelaskan ditahun 2018 Provinsi Sumsel surplus beras 2,3 juta ton. Untuk tahun 2019 akan dilihat lagi, kalau percetakan sawah berkembang surplus bisa terjadi.

Baca Juga:  Penutupan TMMD Ke 104 Kodim 0418 Palembang, Cek Daus Periksa Tensi Darah

“ Kalau kita setahun bisa tiga kali panen padi, sekarang udah mulai 2 kali panen, alhamdulilah lah kalau Palembang, Sumsel secara umum, walaupun kita daerah penghasil beras di OKUT, Banyuasin, OKI, itu yang  paling utama menyalurkan beras kita,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...