Home / Headline / Berapa Fee Musisi Palembang ?

Berapa Fee Musisi Palembang ?

Palembang, BP
Sudah selayaknya musisi atau seniman musik di Kota Palembang dihargai terkait profesi mereka. Profesi musisi atau seniman musik juga membutuhkan keahlian khusus seperti profesi lainnya. Tapi kenyataannya profesi ini masih belum terlalu dihargai di Kota Palembang. Hal ini dapat diketahui dari fee atau bayaran setiap kali mereka pentas bermain mendapatkan job.
Terkait fee atau bayaran untuk musisi di Kota Palembang ini ternyata masih banyak yang hanya mendapat berkisar antara 150 ribu sd 250 ribu per orang sekali pentas bermain. “Kami mendapat bayaran 1,5 juta honor band , karena personil band ada 5 orang jadi per orang hanya mendapat 300 ribu” ujar Beng Beng dari salah satu band yang sering mengisi acara musik di Kota Palembang. Lebih lanjut Beng Beng mengatakan setiap pekerja di bidang keahlian/skill termasuk musisi,pelukis atau lainnya itu punya tingkat pendapatan dan penghargaan yang berbeda-beda.Termasuk musisi juga, tinggal kita merasa di tingkat mana, kalo skill pas-pasan mau dibayar tinggi, ya mungkin nunggu tahun kuda bisa dapat job,”  katanya sambil berkelakar, Minggu (5/2).
Sementara Dedi pemain yang bandnya sering tampil di salah satu cafe di Palembang mengatakan hanya mendapat fee 2 juta per bulan yanga mana 26 hari bermain selama sebulan. Kalo dihitung hanya mendapat sekitar 75 ribu sekali main , ini sifatnya yang bemain reguler. Apabila main di hotel secara reguler fee yang di dapat berkisar antara 250 ribu sampai 300 ribu per orang.
Maulana salah satu pemain biola yang sering mengisi di cafe top di Palembang berujar ada yang reguler hanya dibayar 50 ribu per orang. Katanya berat mematok harga karena banyak band-band di Palembang banting harga. Bahkan di katakannya untuk sewa sound system lebih ngeri lagi banting harganya, katanya pernah main di Plaju sound 2 hari hanya dibayar 500 ribu.
Lain lagi menurut penuturan Jordi musisi yang bermain reguler di salah satu hotel di Palembang. Kontrak kerjanya masih belum berpihak ke musisi dalam arti musisi dirugikan.Menurut Jordi dalam isi kontrak mendapat gaji fix atau flat tiap bulan dengan main 3 kali per minggu, tapi salah satu pasal dalam kontrak kerja itu berbunyi apabila terdapat event yang diselenggarakan di dalam hotel dan maka hotel menyediakan pertunjukkan musik tambahan, musisi tidak mendapatkan fee atau upah tambahan. Masih menurut Jordi jadi sudah 12 kali pertunjukkan sebulan, apabila ada 12 kali pertunjukkan tambahan gaji tetap sesuai kontrak, padahal secara teknis sudah 24 kali main, kontraknya merugikan musisi dan menguntungkan pengusaha hotel. Tapi Jodi menambhakan kalo untuk band nya dia mematok minimal fee 500 ribu untuk tiap orang di band nya, kecuali apabila ada job dari keluarga anggota band sendiri harga bisa turun sedikit.
Astapura dari salah satu band yang sering mengiringi artis show di Palembang juga mengatakan minimal tiap anggota per personil bandnya mendapat 500 ribu dengan ketentuan tanpa GR dan Requet lagu, dibawah itu akan ditolaknya kecuali acara keluarga dari musisi. Sedangkan kalo mengiringi artis di kondisikan 1 juta per orang. Masih menurut Astapura keinginan idealnya untuk palembang fee adalah 750 ribu minimal per event. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Yudi salah satu personil band yang sering juga tampil mengiringi artis acara pernikahan yang mendapat fee berkisar 750 ribu.
Teffy Mayne musisi,aranger, produser asli Palembang yang menetap di Jakarta memberikan info terkait fee musisi di Jakarta sebagai pembanding untuk yang di Palembang. DI Jakarta menurutnya untuk job reguler minimal adalah 450 ribu untuk 2 set per pemain.Venue biasanya cafe. Kalo untuk di Lobby Hotel minimal 750 ribu. Maksimal saat ini bayaran reguler per malam 2 set adalah berkisar 1 juta sampai 1,2 juta. Untuk Pesta Nikah per orang 1,5 juta sampai 2 juta, tapi kadang masih ada wedding organizer atau event organizer yang memotong fee sampai 50 %. Sedangkan untuk mengiringi artis per player mendapat fee antara 3 juta sampai 5 juta, biaya tersebut di luar transport ketika latihan dan biaya makan ketika latihan. Belum lagi kalau overtime kita akan charge lagi, ketika kontrak kita akan minta asuransi apabila terjadi sesuatu di venue. Teffy memberi contoh ketika di kontrak salah satu hotel di Jakarta. Kontrak 6 bulan, main 6 hari per minggu musisi mendapatkan 1 kamar, 3 kali makan,Laundry pakaian,Akses Internet dan tiket ke destinasi job selanjutnya dan cargo. Hal senada juga disampaikan oleh Lufi salah satu pemain bass senior di Palembang.
Hanani salah satu musisi yang juga Ketua Palembang Jazz Community menambahkan sebaiknya semua musisi atau band membiasakan untuk memakai kontrak kerja sehingga jelas hak dan kewajiban masing-masih pihak.
Sudah saatnya semua musisi Palembang bersatu agar masalah fee atau bayaran musisi ini dapat meningkat dan mempunya posisi tawar yang lebih kuat baik ke cafe,hotel atau ke WO dan EO. Walaupun ada beberapa musisi yang mengatakan sulit karena itu menyangkut periuk urusan dapur harian mereka. Semua dikembalikan ke musisi Palembang mau kah bersatu demi perbaikan nasib, karena Jakarta bisa, harusnya Palembang juga bisa. #( Adji )

x

Jangan Lewatkan

Perjalanan Terjal Dompet Dhuafa Sumsel Distribusikan 200 Kurban

Palembang, BP–Dompet Dhuafa Sumatera Selatan berhasil memenuhi targetnya menghimpun 200 pekurban. Kurban dalam bentuk sapi dan kambing setara 200 domba ...