Pelabuhan Orang TAA Pindah Ke Pelabuhan Boom Baru

6

BP/IST
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) RA Anita Noeringhati

Palembang, BP

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) RA Anita Noeringhati  pekan lalu Komisi IV DPRD Sumsel melakukan kunjungan kerja ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub) terkait dengan Kawasan Tanjung Api-Api (TAA).

Sedangkan TAA adalah pelabuhan samudra yang merupakan kewenangan dari pusat.

“ Dengan dijadikannya pelabuhan TAA menjadi pelabuhan barang maka pengangkutan orang kembali ke pelabuhan Boom Baru,” kata politisi Partai Golkar, Kamis (17/1).

Pemindahan tersebut menurutnya, berdasarkan SK Kemenhub akhir tahun lalu.

“ Kita disana menanyakan masalah, pengelolaan pelabuhannya, karena ditahun 2019 Dinas Perhubungan menganggarkan sekitar Rp 3 miliar untuk operasional pengelolaan  pelabuhan,” katanya.

General Manager (GM) PT Pelindo II cabang Palembang Agus Edi Santoso sebelumnya , menjelaskan, Pelabuhan Boom Baru, Palembang pada 2019 akan mulai menerapkan digital port.

“Saat ini pelabuhan Boom Baru aktivitasnya terus meningkat, peningkatan tersebut selain mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan juga mengharuskan PT Pelindo II meningkatkan pelayanannya kepada para pengguna fasilitas pelabuhan,” kata Agus Edi Santoso.

Baca:  Anggaran Untuk Pelabuhan Penyebrangan TAA Tahun 2021 Hanya Dianggarkan Rp400 Juta

Menurutnya, “Saat ini PT Pelindo sudah go digital, pada pertengahan 2019 pelabuhan Boom Baru akan menerapkan digital port. Aplikasi digital akan diterapkan mulai dari kedatangan, bongkar muat, penumpukan hingga sistem yang terhubung secara online di pintu masuk dan keluar pelabuhan.”

Dengan digital port menurut GM PT Pelindo II cabang Palembang, akan  meminimalkan kesalahan dibandingkan manual. “Juga akan mengefisienkan waktu bongkar muat atau dwell time di pelabuhan,” katanya.

Baca:  Januari, 8 Persil Lahan Fly Over TAA Segera Dibayarkan

Pelabuhan Boom Baru Palembang memiliki luas lahan 24 hektare. Menurut Agus Edi, pelabuhan tersebut sudah tidak bisa lagi dikembangkan. Pelabuhan Boom Baru mulai dioperasikan pada masa penjajahan oleh Pemerintah Belanda tahun 1924 – 1942. Pelabuhan Boom Baru memiliki kedalaman kolam 6 – 9 meter dengan panjang dermaga 771 meter.

Sebagai pelabuhan modern, pelabuhan Boom baru memiliki container crane satu  unit SWL 30,5 ton dan dua unit SWL 61 ton. Juga memiliki empat unit gantry jib crane SWL 35 ton dan empat unit reach stacker SWL 45 ton.

Baca:  Dubai Port dan Jabal Ali Akan Bangun TAA

“Dari pelabuhan Boom Baru setiap tahun diekspor lima komoditas andalan Sumatera Selatan, yaitu karet, kelapa, CPO, inti sawit dan produk kayu. Karet masih menempati posisi teratas komoditas ekspor. Sampai November 2018 jumlah ekspor karet mencapai 898.563 ton,” kata Agus Edi Santoso.

Pelabuhan Boom Baru juga mencatat peningkatan trafik barang peti kemas dan non  peti kemas pada 2017 dan 2018. Trafik kapal juga mengalami peningkatan, baik kapal luar negeri, kapal dalam negeri, kapal rakyat dan kapal tamu.  #osk