Debat Capres Diharapkan Tingkatkan Partisipasi Pemilih P

5

BP/IST
Pengamat sosial dan politik Sumatera Selatan (Sumsel) , Bagindo Togar Butar Butar

Palembang, BP

 

Pengamat sosial dan politik Sumatera Selatan (Sumsel) , Bagindo Togar Butar Butar meyakini acara Debat Capres-cawapres Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi pada sesi pertama bakal mampu meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu serentak 17 April mendatang.

“Diharapkan Debat Capres perdana yang akan digelar KPU Kamis (17/1) malam akan mampu meningkatkan partisipasi pemilih, inilah manfaat dengan adanya debat capres,” kata Bagindo Togar Butar Butar, Kamis (17/1).

Dengan alasan karena publik akan melihat apa yang ditawarkan oleh kedua kandidat untuk memajukan Indonesia kedepan dengan visi misi yang ditawarkan.

“Jika visi misinya baik bagi publik maka akan menjadi pertimbangan bagi publik dalam memilih kandidat,” kata Bagindo yang juga Direktur Eksekutif ForDes (Forum Demokrasi Sriwijaya).

Berdasarkan hasil jajak pendapat Nasional yang dirilis oleh beragam lembaga survei yang populer dan kredibel, ada sekitar dibawah 10 persen swing voters serta sekitar 12 persen undecited voters.

Baca:  BM PAN Perioritaskan Kemengan Zulhas Sebagai Capres 2019

“Dimana acara debat terbuka diperkirakan memiliki effect elektoral kepada para masyarakat dalam meneguhkan pilihan calon pimpinan negara ini lima tahun kedepan,” jelas mantan Ketua IKA Fisip Unsri.

 Tentu tema dalam debat nanti diantaranya bagaimana para kandidat menawarkan untuk menuntaskan maraknya korupsi yang menjerat kepada daerah, anggota dewan dan lainnya.

“Tentu harus ada program apa yang akan ditawarkan, jika program yang ditawarkan menyentuh langsung dan dapat menuntaskan korupsi maka akan menjadi magnet bagi kandidat dalam meraih dukungan publik,” katanya.

Bagindo mengatakan, acara Debat antar Paslon Capres yang secara resmi diselenggarakan oleh KPU Pusat ini akan berlangsung 5 Sessi, diharapkan efektif untuk peningkatan partisipasi  masyarakat dalam pemilu 17 April mendatang serta membantu warga yang punya hak pilih menentukan atau menguatkan dukungannya terhadap  Paslon Capres yang ada.

Baca:  Paslon Walikota Palembang Paparkan Visi dan Misi

Tema HAM, Hukum, Korupsi dan Terorisme akan menjadi menarik, walau tidak begitu kasus kasus yang menonjol plus massif berdampak luar biasa menggunakan down grade kredibilitas Pemerintahan sekarang dimata dunia Internasional.

“Akan tetapi ada beberapa issue HAM, Korupsi dan Hukum butuh strategi maupun kebijakan yang spesifik dalam penanganannya. Dalam kasus HAM hingga saat ini, kasus kasus lama era pemerintahan-pemerintahan sebelumnya masih mendominasi, seperti Peristiwa Mei 98, Trisakti 99 dan Penganiayaan Pejabat/Aparat KPK Novel Baswedan hingga saat belum tuntas atau terbuka penyelesaiannya,” ujarnya.

Ia melihat Paslon Capres O1 diperkirakan kurang memiliki kemampuan retoris dibandingkan Capres 02. Akan tetapi dianjurkan Paslon O1 untuk lebih merepresentasikan progresivitas kinerjanya tatkala berkuasa, sedangkan Paslon 02 dituntut untuk mampu meyakinkan publik atas formula strategi Platform dan Policy yang berbeda juga fungsional ketika diputuskan sebagai solusi permasalahan bangsa.

Baca:  Debat Capres Belum Maksimal, Perlu Evaluasi Tim dan Penajaman Strategi

“Penangan korupsi bagi kedua Paslon Capres, untuk kedepannya diharapkan untuk bersepakat meningkatkan aspek pencegahan secara sistemik, regulasi serta pengawasannya daripada aspek penindakan bagi para aparatur Negara berikut relasinya.

Diharapkan antar Paslon Capres mampu menawarkan program kerja pemerintah terkait tema debat pertama, menyangkut kredibilitas juga pelembagaan dari struktur pemerintahan periode yang akan datang. Untuk masalah penanganan terorisme kayaknya telah banyak mengalami kemajuan pemerintahan saat  ini, selanjutnya para Capres diharapkan publik untuk bisa menjaga keamanan dan pertahanan  nasional yang mendorong penegakan kesadaran konstitusional bagi seluruh stakeholder negeri ini,” pungkasnya.#osk