Ultimate magazine theme for WordPress.

Puluhan Pedagang JSC Minta Gubernur Sumsel Pecat Direktur JSC

BP/IST
Ratusan massa yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pedagang Jakabaring Sport City (FKPJSC) menggelar demo di depan Komplek JSC dan Pemprov Sumatera Selatan. Kedatangaan massa diterima Ir Firosa Revandy MT, Kasi Perdagangan, Rabu (16/1).

Palembang, BP

 

Ratusan massa yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pedagang Jakabaring Sport City (FKPJSC) menggelar demo di depan Komplek JSC dan Pemprov Sumatera Selatan. Kedatangaan massa diterima Ir Firosa Revandy MT, Kasi Perdagangan, Rabu (16/1).

Massa memprotes masuknya mobil ‘toko’ Alfamart ke dalam Komplek Jakabaring Sport City (JSC), pedagang mengaku sejak Mobil Alfamart masuk di area JSC, pendapatan mereka turun drastis.

Para pedagang ini menuntut agar pengelola JSC dan Direkturnya dipecat. Lalu, mobil Alfamart yang menetap dilokasi JSC dikeluarkan.

“Ya, kita akan tindaklanjuti tuntutan ini,”  kata Firosa.

Sementara Ketua FKPJSC, Hendra menjelaskan, sejak masuknya mobil Alfamart, pendapatan pedagang terus merosot. Tidak hanya itu, pedagang juga diharuskan bayar saat melewati portal keluar masuk, sementara pemasukan tidak menentu.

“Kami pedagang disini sangat resah akan keberadaan mobil Alfamart disana. Bukan hanya membuat pendapatan kami menurun, kami terancam gulung tikar. Ditambah lagi, dengan bayaran karcis masuk kendaraan dan perorangan. Semua dikenakan biaya. Untuk satu kali masuk ke dalam dikenakan Rp 6 ribu hingga Rp 8 Ribu,” terangnya.

Semestinya pengelola JSC ini memberdayakan pedagang yang ada, bukan diusir lalu digantikan dengan mobil Alfamart.

“Mereka ini pintar, setelah Asian Games kami tidak lagi dipunggut retribusi, tapi kami dihadapkan dengan permasalahan berat dengan masuknya mobil Alfamart. Jika memang ada instruksi Gubernur tentang pengaturan para pedagang disini, maka jelas akan kami patuhi. Tapi jangan memberikan masalah tidak dengan solusi. Dititik-titik ramai, pedagang diusir sementara mobil Alfamart disandarkan atau menggantikan posisi kami, jelas kami keberatan,” tambahnya.

Baca Juga:  Buruh Di Sumsel Tolak RUU Cipta Kerja Omnibuslaw

Seiring denyut nadi perekonomian dan pembangunan, keberadaan pedagang kecil kawasan yang biasa disebut GOR Sriwijaya Jakabaring terus berkembang. Apalagi di kawasan tersebut juga pernah diadakan event-event nasional maupun internasioanal seperti SEA Games 2011 dan baru-baru ini juga telah bedangsung pesta olah raga besar tingkat Asia yaitu Event Asian Games 2018. ” katanya.

Bahwa keberadaan dan keramaian GOR Jakabaring ini identik dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Keberadaan GOR Jakabaring disamping tempat olah raga juga telah menjadi ruang publik bahkan tempat tujuan wisata olagraga. Perkembangan tersebut telah membantu perekonomian masyarakat sekitar diantaranya para pedagang kecil di kawasan GOR Jakabaring.

Dikatakan Hendra, ” Kita sekarang memiliki Forum Komunikasi Pedagang Jakabaring Sport City (FKPJSC). Forum yang beranggotakan sebanyak 150 pedagang ini merupakan wadah persatuan para pedagang dalam berorganisasi untuk mencapai kelayakan hidup sebagai pedagang di kawasan tersebut.

Forum ini tadinya merupakan mitra pengelola GOR Jakabaring. terutama GOR Jakabaring masih dikelola Iangsung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yaitu dibawah naungan BPKAD Provinsi Sumatera Selatan. Karena disadari bahwa keberadaan pedagang juga merupakan daya penarik dan pelengkap pengunjung di kawasan tersebut. Selama bermitra dengan pengelola tersebut, para pedagang di kawasan GOR Jakabaring merasa aman dan bebas leluasa berjualan tanpa ada rongrongan dari pihak pengelola. ” Kata Dia

Baca Juga:  Masalah Covid-19 Hingga Honor Guru Warnai Pandangan Umum Fraksi-Fraksi di DPRD Sumsel

Lanjut Hendra,” Namun sejak pengelolaan GOR Jakabaring diambil alih oleh perusahaan yang mengatasnamakan sebagai BUMD Provinsi Sumatera Selatan yaitu PT. Jakabaring Sport City, keberadaan pedagang di kawasan tersebut menjadi resah. Pengelola -telah membuat berbagai macam aturan yang semata-mata untuk kepentingan perusahaan tanpa memperhatikan nasib para pedagang kecil. Setiap ada kebijakan perusahaan, pihak pengelola tidak pernah berkoordinasi dan melibatkan FKPJSC. Para pedagang selalu dirongrong terus untuk dibuat menjadi resah. Perusahaan selalu berupaya mematikan pedagang kecil dengan cara membuat atau pun mempersilahkan pedagang dengan modal besar masuk di kawasan tersebut. ” Lanjutnya

Hendra mencontohkan,” Salah satu oontoh di kawasan olah raga Sky Air, pedagang yang sudah lama berjualan ditempat tersebut diusir untuk pindah berjualan ditempat sepi. Sementara ditempat tersebut didirikan tempat beq‘ualan yang lebih permanen dengan menyulap container menjadi tempat food court modern. ” Contoh Hendra

Atas berbagai macam permasalahan para pedagang di kawasan GOR Jakabaring, FKPJSC pernah mengundang Bapak Gubernur Sumatera Selatan. Dengan kedatangan Bapak Gubernur tersebut keadaan telah berubah sementara. Karena pada waktu itu Bapak Gubernur mengatakan para pedagang GOR Jakabaring harus bebas berusaha tanpa ada ganguan beljualan dan tidak ada pengusiran dan’ pihak PT. JSC. Para pedagang akhirnya diberi kebebasan berjualan ditempat semula. ” katanya.

Baca Juga:  Dugaan Permasalahan Proyek Jembatan KTM, GPPMS Demo

Namun belakangan ini para pedagang kembali dibuat resah oleh ulah pengelola PT. JSC dengan memasukkan Mobil Alfamart. Dengan memasukkan pebisnis waralaba modern ke kawasanGOR Jakaring tentu saja telah membuat para pedagang menjadi resah kembali. Bahkan dan‘ informasn yang berkembang, Mobil Alfamart bukan hanya satu unit saja namun akan ada beberapa unit Iagi yang akan ditempatkan diberbagai tempat strategis di kawasan tersebut. Keberadaan Mobil Alfamart inilah pemicu para pedagang yang tergabung dalam FKPJSC melakukan aksi demo.

Karena keberadaan Mobil Alfamart tersebut akan mengancam dan membunuh pedagang kecil di kawasan tersebut.

Permasalahan lain, para pedagang juga dibuat resah oleh tarif masuk ke GOR Jakabaring.

Disamping mengenakan tarif masuk bagi kendaraan, pedagang yang masuk pun harus dikenakan )iaya. Kendaraan pedagang berupa becak, bentor dan motor kaisar tidak boleh masuk.

“Kami menuntut kepada gubernur Sumsel untuk memecat Direktur JSC dan Jajarannya,  Alfamart disana ditiadakan,  Portal masuk di bebaskan untuk para pedagang, “katanya lagi.#osk

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...