Pembangunan di Palembang di Nilai Tidak Konsisten Dengan Aturan

13

BP/IST
Sejawaran kota Palembang, Syafruddin Yusuf

Palembang, BP

Sejawaran kota Palembang, Syafruddin Yusuf menilai pembangunan di kota Palembang cenderung tidak konsisten dengan aturan yang dibuat sehingga menjadi ke bablasan.

Dan kebablasan tersebut dinilainya, terjadi  sejak tahun 1970 an keatas dimana pembangunan tidak memperhatikan kaedah yang ada dan main hantam dan gusur, dia mencontohkan taman di samping Jembatan Karang yang dulu ada Gedung Handel Zaken yang telah di robohkan  yang dulu pernah menjadi lokasi perang lima hari lima malam

Untuk sungai sendiri menurutnya, pemerintahan Belanda sejak tahun  1920 hanya dua saja yang di timbun sungai Tengkuruk dan sungai Kapuran.

“ Sungai Induk besar tetap di pertahankan Belanda tapi sungai kapuran di timbun karena pendek, kalau kita sungai ditutup habis,  aku masih inget tahun 1970 an itu sungai kapuran itu masih ada, belakangan di timbun habis,”  katanya, Minggu (6/1).

Menurutnya RTRW, yang dibuat pemerintah Kolonial Belanda bisa dijadikan acuan sehingga jelas dan itu lebih bagus, jangan rawa semuanya di timbun, Belanda dulu tidak menimbun rawa dan mereka memanfaatkan sungai sehingga Palembang tidak banjir, kalau hujan tidak banjir Palembang, karena sungai tetap di fungsikan dan rawa tetap di fungsikan  ,” kata dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) ini.

Baca:  DPRD Sumsel Minta Permasalahan LRT Harus di Bahas Bersama

Selain itu menurutnya,  seluruh kawasan cagar budaya harus di masukkan dalam RTRW kota Palembang tapi tetap harus di pilah pilah , karena itujika membangun  lihat di lapangan apakah ada cagar budaya disita, kalau ada pembangunnya harus dialihkan dari situ, ada perdanya, perdanya tidak di jalankan, kalaupun dilaksanakan setengah-setengah, itulah macetnya disitu , tidak konsisten,” katanya.

        Setahu dirinya, Jalan Veteran itulah dulunya diperuntukkan untuk jalur hijau, namun kini menjadi ruko semua sehingga banjir ada disana, karena sungainya tidak bisa menampung debit air hujan .

“ Aku ingat jalan sebelah veteran itu , deretan ruko jalan rajawali itu khan ada gubuk-gubuk karena disitu ada rawa sekarang ditimbun lalu jadi ruko,” katanya.

Baca:  Purnawirawan Kombes dan AKBP Disidang, Kasus Sogokan Penerimaan 25 Calon Bintara Polisi

Sebelumnya , dalam pidato visi dan misi Walikota Palembang periode 2018-2023 Harnojoyo mengatakan, syukur Alhamdulilah 18 September dirinya dan ibu Fitrianti Agustinda telah dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Palembang. “Terima kasih kepada semua pihak terutama Pj Walikota dan DPRD Kota, Ketua Panwaslu, KPU Palembang dan Pengamanan dari Polri dn TNI yang telah mensukseskan Pilkada. Terima kasih kepada masyarakat Palembang yang telah mempercayai kami berdua memimpin Palembang 2018-2023,” ujarnya.

Harnojoyo menuturkan, Pilkada Palembang telah dilaksanakan 27 Juni. “Kami ditetapkan Walikota dan Wakil Walikota terpilih. Kami memiliki visi mewujudkan Palembang Emas Darussalam 2023,” katanya.

Untuk misi lanjut Harnojoyo, mewujudkan pembangunan infrastruktur perkotaan berbasis teknologi dan informasi, mewujudkan masyarakat religius, berbudaya dan beretika. “Misi selanjutnya adalah mewujudkan Kota Palembang kota dinamis, mewujudkan ekonomi kerakyatan dan menjadikan Palembang Kota Pariwisata sungai dan budaya serta event olahraga kelas dunia,” katanya.

Harnojoyo menjelaskan, prioritas pembangunan Kota Palembang yakni penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas dan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Kemudian, peningkatan kualitas infrastruktur dan penataan ruang kota, peningkatan kesejahteraan sosial serta kesetaraan dan keadilan gender, serta peningkatan kualitas perencanaan berbasis teknologi dan informasi.

Baca:  Gaungkan Perhelatan Peparprov, NPCI Sumsel Geber Sosialisasi ke OKU

“Visi dan misi itu kami buat 2 program unggulan yakni gerakan sholat subuh berjemaah dan gerakan gotong royong masyarakat. Perwali gerakan sholat subuh bersama telah ditandatangani. Untuk gotong royong kita ajak masyarakat tidak buang sampah sembarangan. Perilaku masyarakat kita rubah. Impelementasi kedua program unggulan inilah yang menghantarkan Palembang terbaik dalam perencanaan oleh Bappenas RI. Kedua program ini mampu merangkul masyarakat. Program inovasi daerah yang diapresiasi pemerintah pusat,” katanya.

Harnojoyo mengungkapkan, pihaknya fokus membahas visi dan misi ini ke RPJMD menjadi Raperda.

“Kami siap mengemban masyarakat Palembang selama 5 tahun kedepan. Karena kita semua bersaudara, mari kita wujudkan Palembang Emas Darussalam 2023,” katanya.#osk