Evakuasi Korban Tsunami Selat Sunda, ACT Sumsel Kirim 11 Tim Rescue dan Medis dari Palembang

7

BP/IST
11 (sebelas) volunteerACT Sumsel yang dilepas pada, Selasa (25/12) sore. Kesebelas orang ini terdiri dari 9 orang tim rescue dan 2 orang tim medis

Palembang, BP

Musibah tsunami yang menghantam daerah sekitar selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam,  menyapu dan mengakibatkan kerusakan di dua provinsi, yaitu Banten dan Lampung. Setidaknya lima kabupaten terdampak, Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.

Berdasarkan data yang diperoleh dari tim Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang sedang bertugas di lapangan, sebanyak 373 jiwa meninggai dunia, 1.459 luka-luka, 128 hilang dan 5.665 mengungsi (update 25/12, pukul 05.00). Korban ini kemungkinan terus bertambah.

Rincian jumlah korban paling besar terdapat di Pandeglang, kemudian Lampung Selatan, Serang Pesawaran kemudian Tanggamus. Data kerusakan yang dilaporkan sebanyak 681 unit rumah hancur, 69 unit hotel dan villa, 420 unit perahu, serta 60 unit warung dan toko.

Saat ini, tim Emergency Response (ER) ACT di bawah komando Kusmayadi sedang bertugas melakukan evakuasi dan pencarian korban. Tim ini bertugas bersama-sama dengan BNPB dan BASARNAS melakukan penyisiran dan mengangkat mayat yang mulai membusuk. Proses evakuasi harus segera dilakukan mengingat intensitas hujan yang tinggi yang dapat mengakibatkan muncul dan menyebarnya penyakit dan mayat-mayat tersebut.

BP/IST
11 (sebelas) volunteerACT Sumsel yang dilepas pada, Selasa (25/12) sore. Kesebelas orang ini terdiri dari 9 orang tim rescue dan 2 orang tim medis

Paralel dengan misi kemanusiaan ini, ACT Sumatera Selatan  (Sumsel) pun turut mengirimkan  bantuan tim rescue dan medisnya untuk menambah personil di lapangan, Tim ini diharapkan akan membantu mempercepat proses evakuasi penyelamatan penyintas Tsunami di Selat Sunda.

Sedikitnya ada 11 (sebelas) volunteer yang dilepas pada, Selasa (25/12) sore. Kesebelas orang ini terdiri dari 9 orang tim rescue dan 2 orang tim medis. Tim ini akan ditugaskan ke Lampung Selatan sesuai dengan arahan posko pusat. Setelah sampai di lokasi, tim akan langsung berkoordinasi dengan tim Posko Lampung.

Jumlah tim yang diberangkatkan bukan tidak mungkin akan bertambah menyesuaikan kebutuhan relawan yang diperlukan. Untuk pogres dan prosesnya, ACT Sumsel menunggu instruksi posko pusat dalam hal penambahan pemberangkatan personel ini. Kualifikasi yang diberangkatkan setidaknya mereka yang sudab siap baik fisik, mental, maupun keahlian rescue san medis.

”Dimasa emergency ini, kita mesti secara cepat. efektif dan tuntas dalam hal evakuasi korban. Maka volunteer yang dikirim mestilah yang siap secara fisik dan psikis, serta memiliki keahlian khusus ang dibutuhkan.,” ujar Ardiansyah, Branch Manager ACT Sumsel, Selasa (25/12).

Ardi menambahkan bahwa timnya ini ada sebagian tim yang pernah ditugaskan di Lombok dan Palu, Sigi-Donggala, serta beberapa volunteer dan profesional yang mengetahui seluk beluk proses evakuasi kebencanaan.

“ACT Sumsel saat ini juga sedang bersiap membentuk tim kedua dan tim recovery jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Tim recovery sendiri akan membackup saat dimulainya masa relief pasca emergency,” katanya.

Selain pengiriman tim membantu proses evakuasi, ACT Sumsel juga membuka posko bantuan logistik di Kantor Aksi Cepat Tanggap Sumatera Selatan, .ll. Jenderal Soedirman No.3268. Masyarakat bisa menyalurkan bantuan dana dan logistik barang yang dibutuhkan bisa langsung ke kantor atau mengontak staff melalui Careline: 081369007979, atau bisa juga transfer melalui rekening BNI Syariah: 66 0000 5505 atas nama Aksi Cepat Tanggap.

“ACT Sumsel mengajak seluruh masyarakat di Sumatera Selatan berpartisipasi aktif untuk membantu tetangga kita di Lampung dan Banten yang mengalami musibah. Beberapa hari lalu kita aksi solidaritas bersama untuk membantu saudara kita di Uyghur, yang jauh saja kita bantu, yang dekat mesti kita bantu juga.”  kata  Ardi.  #osk