Fisik Jalan tol Kapal Betung Capai 80 Persen Untuk Ruas Kayu Agung- Jakabaring

4

BP/DUDY OSKANDAR
Seminar dengan tema Tehnologi Vakum Dalam Pembangunan Jalan Tol Kapal Betung , Kamis (20/12) di aula KPA Lantai 6 UTP yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS), Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti Palembang (UTP).

Palembang, BP

Pembangunan jalan Tol Kayu Agung- Palembang- Betung (Kapal Betung) yang dikerjakan oleh PT Sriwijaya Makmore Persada (SMP) bertindak sebagai investornya, kontraktor utamanya PT Waskita Karya terus dikebut guna direncanakan akan diresmikan Priden April 2019 mendatang.
Secara umum estimasi pengerjaan fisik Jalan tol Kapal Betung baru sekitar 80 persen dari ruas Jalan Kayu Agung- Jakabaring (Palembang).
Dimana ruas Jalan Tol Kapal Betung panjangnya sekitar 111,69 km, titik nol km jalan ini berada di Desa Celikah Kayu Agung Kabupaten OKI kemudian melewati kota Palembang dan berakhir di Kota Betung Kabupaten Banyuasin.
Ruas jalan tol ini dibagi dalam 3 seksi, yaitu seksi I Kayu Agung-Jakabaring (33,5 km); seksi II Jakabaring-Musi Landas (33,9 km) dan seksi III Musi Landas-betung (44,29 km). Jalan tol ini merupakan jalan tol terpanjang diluar Pulau Jawa atau terpanjang kedua setelah jalan tol di Sumatera Utara.
Untuk ruas jalan Tol Kayu Agung-Jakabaring panjangnya sekitar 33,5 km dengan lebar 50 meter, dibangun dalam 4 lajur. Selain itu juga direncanakan akan dibangun pintu tol di Simpang Susun (SS) SP. Padang Sta. 13+300 SS Jejawi Sta 23+950 dan SS Jakabaring Sta 35+300 dan Barier Gate di Kayu Agung.
Bambang E Kuntjoro (Project Manager) PT Sriwijaya Makmore Persada (SMP) mengatakan, kalau estimasi fisik sekitar 80 persen dari ruas Jalan Kayu Agung- Jakabaring
Sedangkan 20 persennya pihaknya masih di sibukkan pekerjaan tanah yang masih berat termasuk demo masyarakat yang kecil-kecil masih ada.
“Untuk pembebasan lahannya, semua lahan sudah bebas semua. Namun ada warga mengaku ukurannya kurang luas, ketidakpuasanlah tapi secara legal dan notariat itu sudah selesai, yang masih konplain warga di STA 2 ke STA 6 di OKI, tinggal dua orang ,”katanya usai seminar dengan tema Tehnologi Vakum Dalam Pembangunan Jalan Tol Kapal Betung , Kamis (20/12) di aula KPA Lantai 6 UTP yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS), Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti Palembang (UTP).
Sedangkan pemateri pihak kontraktor dari PT Sriwijaya Makmore Persada (SMP) yaitu Bambang E Kuntjoro (Project Manager), Anwar Sanusi (Materials Engineering Manager), Danang Budi Susilo (Structural Engineering Manager).
Sedangkan dari pihak PT Waskita Karya di wakili oleh Mulyono Wiraharjo (Site Engineering Manager) dan Taufiq Hadi Setiawan (QA/QC Coordinator).
Dari pihak UTP hadir Dekan Fakultas Teknik UTP, Ir H Ishak Effendi MT, Ketua Program Studi Teknik SIPil UTP, Ir Bahder Djohan Msc, Ketua Ikatan Alumni , Teknik Sipil UTP, Ir Benny Kuswari
Menurutnya, untuk keseluruhan Tol Kapal Betung selesainya dia mengaku belum tahu.
“Karena tahap selanjutnya belum kita tentukan tapi untuk yang sampai yang di Jakabaring itu , Insya Allah sebelum 1 April 2019 kita selesaikan, tapi kalau sampai Simpang di Jalan Nasional di Simpang Kramasan , Insya Allah Agustus 2019 itu untuk tahapan pertama,” katanya.
Sekarang jalan tol Kapal Betung menurutnya sebagian besar sudah masuk tahap pengaspalan .
Dia mengakui kalau factor hujan menyebabkan proyek tersebut berhenti namun tetap di kerjakan.
“ Cuaca itu harian, setempat-setempat aja, kalau hujan lebat kita berhenti, kalau reda kita kerjakan lagi, kalau hujan malam kita tunggu agak siang kita masuk lagi, hanya di spot-spot aja,” katanya.
Sedangkan pengerjaan jalan Tol Kapal Betung menggunakan metode vaccum yang tidak lain untuk mempercepat konsolidasi supata cepat di pakai untuk badan jalan.
Dia mengakui medan dihadapi mengerjakan jalan tol di Sumsel lebih berat di Sumsel daripada di Jawa karena di Sumsel harus menangani rawa yang sangat dalam sedangkan di Jawa dimana airnya paling 10 meter dan tanah lunaknya sekitar 10 meter.
“Rawa dari Palembang-Betung, sampai ke Musi itu 40 kiloan terendam air.
“Rawa dari Palembang-Betung, sampai ke Musi Landas itu 40 kiloan terendam air rawa,” katanya.
Selain April 2019, Jalan Tol Kayu Agung-Palembang rencananya akan di resmikan oleh Presiden RI.
Dekan Fakultas Teknik UTP, Ir H Ishak Effendi MT mengatakan, kalau tehnologi vaccum kini tengah diterapkan di pembangunan jalan tol Kapal Betung , dimana tanah di Sumatera Selatan lain dengan daerah lain sehingga salah satu pembuatan jalan tol menggunakan tehnologi vaccum.
“Tehnologi Vaccum dipakai ini untuk mengejar waktu, dengan tehnologi vaccum lebih cepat daripada tehnologi umum, “ katanya.
Sedangkan Ketua Program Studi Teknik SIPil UTP, Ir Bahder Djohan Msc menambahkan kalau tehnologi Vaccum adalah tehnologi paling baru pembuatan jalan tol Kapal Betung untuk konsolidasi dengan cara vaccum dimana waktunya lebih cepat dan biaya lebih murah.
“ Mahasiswa kita belum belum mengambil skripsi soal vaccum ini mungkin kedepannya sudah ada tawaran dari PT Waskita Karya, mungkin ke vaccumnya termasuk PKL mahasiswa ke tol Kapal Betung, atau untuk pengembangan skripsi, tadi ada tentang jarak dan segala macamnya ,” katanya.
Ketua Ikatan Alumni , Teknik Sipil UTP, Ir Benny Kuswari mengatakan, pihaknya sudah dua kali menggelar seminar seperti ini, pertama tentang sumber daya air, dan yang sekarang tentang jalan Tol Kapal Betung. Dan kegiatan yang serupa akan rutin dilakukan pihaknya.
“ Antusias mahasiswa kita dan mahasiswa universitas lain mengikuti seminar ini besar sekali, dan kita berharap UTP , terutama Teknik Sipil bangkit kembali dan jangan sampai, mahasiswa disini ketinggalan informasi, ketinggalan perkembangan tehnologi, jadi mereka tahu,” katanya.#osk

Baca:  Perusahaan Kapal Cepat Terancam ‘Kolaps’