Kembangkan Kawasan Sungai Lais, Pelindo II Siapkan Digital Port

10

Palembang, BP

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Palembang atau Indonesia Port Corporation (IPC) Palembang saat ini tengah mengembangkan kawasan baru di Sungai Lais dengan luas lahan sekitar 200 hektar. Tahap awal di tahun 2019 investasi yang dikucurkan mencapai Rp50 miliar.

General Manager Pelindo II Palembang Agus Edi Santoso memastikan, kawasan baru ini akan meningkatkan aktivitas bongkar muat yang dapat mendorong perekonomian Sumatera Selatan (Sumsel) terutama Kota Palembang yang kini aktivitas perdagangannya makin meningkat.

“Saat ini go digital sudah kami lakukan pertengahan tahun depan direncanakan akan trial digital port. Pada 2019 atau selemabat-lambatnya 2020 diperkirakan perluasan kawasan bongkar muat di Sungai Lais akan direalisasikan, dengan sistem yang sudah serba digital,” katanya.

Apa saja, aktivitas digital yang dilakukan?, Agus menuturkan aktivitas digital ini, mulai dari kedatangan, bongkar muat, penumpukan hingga sistem yang terhubung secara online di pintu masuk dan keluar. Upaya ini selainmemimal kesalahan dibandingkan manual, juga akan mengefisienkan waktu bongkar muat atau dwell time di pelabuhan.

“Salah satunya yang kini sudah dilakukan menggunakan aplikasi Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yang sudah tersistem secara online dengan Bea Cukai, bahkan kini sudah menggunakan auto gate barcode,” kata dia.

Tidak hanya itu, pihaknya juga meningkatkan sistem pengelolaan interaksi pelanggan berupa fitur aplikasi digital Customer Relationship Management (CRM). Dengan sistem ini, pihaknya memiliki tools untuk memonitor dan menganalisis semua kebutuhan dan keinginan pelanggan.

“Dengan fitur customer service misalnya, manajemen bisa mendapatkan gambaran tentang interaksi pelangggan di semua cabang, serta memantau penyelesaian persoalannya secara real time,” katanya.

Dia mengatakan, penggunakan sistem juga tidak hanya diterapkan pada pelabuhan yang sudha eksis, namun juga akan diterapkan pada pelabuhan baru di Sungai Lais. “Tidak hanya bongkar muat barang yang telah ada saat ini, aktivitas bongkar muar juga bisa menampung Crude Palm Oil (CPO) hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan barang lainnya,” jelas dia.

Terkait pengembangan kawasan ini, Agus menjelaskan tahap awal pihaknya akan memperbaiki infrastruktur jalan atau akses jalan utama menuju lokasi, kemudian membangun dermaga, depo peti kemas dan pembangunan lainnya yang berkaitan dengan aktiviita pelabuhan.

“Upaya ini semata-mata dilakukan agar pereokomian masyarakat bisa lebih cepat bergerak, minimal dapat tumbuh sama seperti tahun lalu yang bisa mencapai di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional,” tukas dia. #ren