Ultimate magazine theme for WordPress.

PAN Sumsel Bakal Pidanakan Orang yang Ngaku Kader, Usai Deklarasi Dukungan ke Jokowi

Pengurus DPW PAN Sumatera Selatan (Sumsel) angkat bicara terkait adanya segelintir orang mengatasnamakan kader partai mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Palembang, BP

Pengurus DPW PAN Sumatera Selatan (Sumsel)  angkat bicara terkait adanya segelintir orang mengatasnamakan kader partai mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menindaklanjuti adanya oknum memakai atribut PAN, pengurus DPW PAN Sumsel akan memperkarakan hal tersebut.Menindaklanjuti adanya oknum memakai atribut PAN, pengurus DPW PAN Sumsel akan memperkarakan hal tersebut.

“Termasuk pemakaian atribut ilegal tidak ditolerir, jika bukan pengurus dan kader itu pencomotan partai, namun tunggu putusan DPW harian apakah perlu ke arah pidana,” kata  Wakil Ketua DPW PAN Sumsel, Rudi Apriadi kepada wartawan di kantor DPW PAN Sumsel sembari memperlihatkan SK Kepengurusan DPW PAN Sumsel periode 2015-2020.

Menurutnya tidak ada nama-nama orang yang mengaku sebagai kader ataupun pengurus yang kemarin yang mengaku DPW PAN Sumsel mendukung pasangan nomor 01,  Jokowi-Ma’ruf.

Rudi Apriadi menambahkan, pihaknya ingin meluruskam informasi yang tidak benar itu ke masyarakat.

Jika ada sekelompok orang yang mengatasnamakan pengurus atau kader PAN Sumsel itu, tidaklah benar.

Baca Juga:  PAN Resmi Usung Devi Harianto-Darmadi di Pilkada PALI

“Kami pastikan pengurs DPW PAN Sumsel hingga tinggkat paling bawah yaitu ranting dan caleg dari PAN, tetap solid, bulat dan utuh mendukung Prabowo-Sandi,” katanya.

Anggota DPRD Sumsel ini menilai, adanya deklarasi orang tak bertanggung jawab tersebut, menjadi beban moral bagi para Caleg PAN yang ada di Sumsel.

Karena khalayak ramai sudah tahu PAN merupakan partai pengusung Prabowo- Sandi.

“Jika ada dualisme akan membingungkan konstiuen, dan meski tidak mempengaruhi soal elektabilitas Prabowo- Sandi dengan adanya deklarasi itu Sumsel, melainkan beban moral kepada para caleg,” katanya.

“Saya saja tidak nyaleg jadi bulan- bulanan masyarakat, akibat perbuatan ilegal segelintir orang, menjadi beberapa caleg di Sumsel tidak mendapat kepercayaan dari pemilihnya,” katanya.

Ditambahkan Rudi, dari beberapa orang yang mendeklarasikan dirinya kemarin, sejak bergabung di PAN sejak 1999 lalu, ia tidak mengetahui orang- orang yang ikut deklarasi.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Kecewa, Rapat Sengketa Pulau Kemaro Ternyata Pemkot Palembang  Kirim Perwakilan Tanpa Surat Kuasa

Rudi mengaku hanya tahu 2 orang (Solahudin dan Mardi) yang kemarin mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-Ma’ruf  dan ditegaskan hanya kenal dan mereka bukanlah pengurus partai.

“Soal langkah kedepan, kami akan serahkan ke pengurus DPW PAN Sumsel. Tapi yang jelas, jika mereka mengaku kader, paling tidak pernah mengikuti pelatihan oleh partai, KTA, aktif pengurus DPW dan hingga bawah,” katanya.

“Tapi ini nyatanya tidak, dan itu pembohongan, penggebosan kebijakan partai, kita aka lakukan proses sesuai AD/ART partai,”  katanya.

Sedangkan  Wakil Ketua DPD PAN Ogan Ilir, Iskandar Sabani, bahwa begitu banyak kader di OI yang bertanya terkait adanya deklarasi tersebut. Karena, kader di OI semuanya tidak mengenal gerombolan tersebut.

“Makanya kita jelaskan, bahwa gerombolan yang mendeklarasikan diri itu bukan pengurus. Di sini (PAN) hanya tempat mereka bermain, bukan simpatisan atau kader,” katanya.

Hal senada dikemukakan Wakil ketua DPW PAN Sumsel Divisi Advokasi, Darussalam menyatakan, pihaknya memberikan waktu 3 hari kepada sekelompok orang yang mengatasnamakan pengurus atau kader PAN Sumsel.

Baca Juga:  Umumkan Calon Kepala Daerah, Joncik Dituding Kangkangi Kewenangan DPP PAN

Segelintir orang itu dituntut untuk meminta maaf melalui media massa jika perbuatan mereka salah, sebelum dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Kita ingin jaga marwah partai dan itu penghinaan. Jadi kita memberikan waktu tiga hari kepada mereka untuk meminta maaf di media massa atas pencatutan nama PAN tersebut,” ujarnya.

“Jika tidak ada maka kami akan proses ke jalur hukum,” katanya.

Sejumlah calon anggota (Caleg) Partai Amanat Nasional (PAN) di Sumsel, yang bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 merasa sangat terganggu karena jadi korban bully.

Hal itu terkait ada sekelompok orang yang mengatasnamakan kader PAN Sumsel.

“Kami sangat terganggu, dan di bully di medsos, karena mendukung paslon nomor urut 01, padahal itu tidak benar,” kata Wakil Sekretaris DPW PAN Sumsel Ning Zahara.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...