Home / Headline / Makam bersejarah di Desa Kalampadu OI Banyak Baru Ditemukan.

Makam bersejarah di Desa Kalampadu OI Banyak Baru Ditemukan.

BP/IST
Muhamad Setiawan, Ketua KOPZIPS (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan)

Palembang, BP

Desa Kalampadu Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang jaraknya lebih kurang 100 km dari Pusat Kota Palembang Darussalam itu menyimpan banyak situs makam bersejarah .

Seperti dua nisan tanpa jirat dengan tipe nisan yaitu tipe Melayu Aceh yang biasa digunakan untuk kalangan bangsawan Palembang Darussalam seperti Pangeran , Tuan Putri , panglima, menteri, dzurriyat Sultan, Ulama, prajurit, dll yang bentuknya serupa dengan nisan yang terdapat di beberapa Ungkonan keluarga kesultanan Palembang Darussalam seperti Ungkonan Kerabat Kesultanan yang terletak di Lorong Sadar 8 Ulu, ungkonan Pulo salam, ungkonan kawah tekurep, ungkonan kambang koci, berbagai ungkonan tua di daerah suro, makam Datuk Aqil, dan masih banyak lagi makam-makam bersejarah di Palembang Darussalam yang serupa dengan makam bersejarah di desa Kalampadu ini, dan ditambah dengan beberapa nisan nisan lainnya yang berjumlah lebih kurang 5 buah makam dengan tipe nisan Batu Kali tanpa jirat dan inskripsi.

“Kenapa saya bisa berkata demikian karena saya mengamati bahwa bahasa yang digunakan sama seperti bahasa Palembang , baik bahasa sehari-hari maupun bahasa halus yang kini sudah mulai punah, lalu pada dahulunya rumah yang di gunakan rumah limas asli Palembang , arsitektur masjid nya juga serupa Masjid Agung Palembang, walaupun kini semuanya telah sirna,” kata Muhamad Setiawan, Ketua KOPZIPS  (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan)  , Rabu (12/12) sembari  mengaku telah melakukan kunjungan tersebut , yang sebelumnya melakukan kunjungan ke makam para leluhur, kakek, dan buyut buyutnya di TPU Desa Kalampadu yang terletak di Dusun II Kampung Ulu.

Menurut Mahasiswa kelahiran desa kalampadu ini, beberapa keterangan yang didapatkan dari beberapa sumber lisan bahwa di Desa ini memang dulu ada seorang Raden yang bernama Raden Fatah , entah itu apakah hanya sebuah gelar atau itulah nama aslinya. Dalam suatu literatur Raden Fatah pulang ke Demak dengan melalui jalur sungai. Wallahu ‘alam

“Dahulu di perbatasan antara desa ini dengan Desa tetangga (desa jerongkop/ulak kembahang/bantian) terdapat sebuah ungkonan makam bersejarah yang juga terdapat beberapa makam dengan nisan tipe lama yang kini telah hilang dikarenakan erosi tanah yang diakibatkan oleh derasnya arus air sungai Ogan,” kata Muhamad Setiawan, mahasiswa kelahiran tahun 2000 itu.


BP/IST
Salah satu makam bersejarah di Desa Kalampadu Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI)

Menurutnya, seorang tokoh yang bergelar Raden tersebut juga sampai saat ini belum didapatkan informasi yang valid , ada yang mengatakan bahwa beliau berasal dari Palembang , ada yang mengatakan berasal dari Demak langsung , dan asal usul silsilah keturunannya pun belum ditemukan hingga kini .

Selain itu sebuah ungkonan makam bersejarah juga terdapat di Dusun lama Desa Kalampadu yang terletak di seberang sungai Ogan desa ini , di ungkonan itu juga berdasarkan sumber lisan , juga terdapat banyak makam bersejarah dengan berbagai tipe nisannya, makam yang paling terkenal dan Kramat di ungkonan seberang dusun kalampadu ini yaitu makam Puyang Meranggi yang menurut sumber lisan banyak versi ada yang mengatakan beliau berasal dari Palembang, ada lagi yang mengatakan berasal dari Jawa/ Banten.

“Selain itu terdapat juga lagi makam tua di seberang perbatasan Lebak Palas dengan desa kalampadu, lalu ada lagi makam tua di perbatasan antara desa kalampadu dengan daerah desa di daratan (bagian barat desa) , ada lagi makam tua yang bernama Puyang Renek dengan panjang makam lebih kurang sembilan meter ,” katanya.

Lalu menurutnya,  ada lagi makam dengan nama Puyang makam dan Puyang batu, lalu di bagian laut (timur) TPU desa kalampadu ini ada dua orang makam Puyang yang bernisankan batu kali biasa. sangat banyak sekali makam-makam bersejarah di desa Kalampadu ini, namun belum ada yang meneliti atau meriset tentang sejarah Islam di desa ini yang tentunya berhubungan erat dengan Palembang Darussalam.

Dari masjid bersejarahnya dan berbagai makam-makam tersebut juga lah dapat digali potensi situs wisata ziarah di desa ini guna mengangkat Marwah khazanah Islam yang kuat di desa ini sejak dulu hingga kini .

Penemuan baru ini menurutnya baru masuk ke dalam daftar inventarisasi KOPZIPS yang baru didapatkan dari warga desa Kalampadu, insya Allah di bulan ruwah nanti KOPZIPS akan berziarah ke semua makam-makam di desa Kalampadu ini.

 “Makam bersejarah yang saya temukan di TPU Desa Kalampadu tersebut mirip sekali dengan beberapa nisan yang ada di Palembang Darussalam seperti makam Datuk Agil di 8 Ilir , makam bersejarah di Telaga Sewidak , makam kerabat kesultanan di kawah tekurep , dll , dengan bahan dasar batu granit dari pulau Belitung pesanan oleh pihak kesultanan , yang telah terukir ukiran motif tumbuhan dan motif bunga dengan cantik dan rapi pada dua buah nisan seorang tokoh kerabat kesultanan di Desa Kalampadu yang belum kami ketahui siapa nama sang Sohibul Makam tersebut,” katanya.

Selain itu makam tersebut terdiri dari dua buah nisan tanpa jirat dan inskripsi yang terletak tidak jauh di pinggir jalan Raya Desa Kalampadu di dusun 2 Kampung Ulu tepatnya di bawah sebuah pohon cempedak yang sudah tua di Bagian Darat pemakaman.

“Saya pribadi selalu berharap agar semua makam tersebut selalu di rawat dan dibersihkan , semoga ada relawan yang bersedia untuk memperbaiki dan memugar nya dengan tidak menghilangkan unsur asli arkeologi nya.Guna lestari nya peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam di Desa Kalampadu sebagai saksi bisu bahwa Desa ini berkaitan erat dengan Kesultanan Palembang Darussalam. Dan atas nama KOPZIPS (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan) berharap semoga makam ini selalu menjadi tujuan para pecinta wisata rohani dan wisata religi dari berbagai penjuru Nusantara,” katanya.

Atas nama KOPZIPS juga senantiasa berharap dan memohon kepada semua elemen masyarakat desa Kalampadu khususnya dan masyarakat Sumsel umumnya untuk tidak sungkan sungkan memberitahu tau kami akan keberadaan makam-makam bersejarah di Sumsel.#osk

 

 

x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Temukan Limbah B3 di PLTU Bukit Asam Sudah Menggunung

Palembang, BP Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) MF Ridho mengaku pihaknya melakukan kunjungan ke PLTU Bukit Asam ...