APBD Sumsel 2019 Ikut Menanggung Anggaran Penanggulangan Banjir di Kota Palembang

7

BP/IST
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) RA Anita Noeringhati

Palembang, BP

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) RA Anita Noeringhati mengatakan,  untuk mengatasi banjir di kota Palembang, APBD Sumsel tahun 2019 telah menganggarkan sejumlah anggaran antisipasi banjir di kota Palembang.

Yaitu  situs Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) di Karang Anyar , Gandus mendapatkan anggaran Rp3 miliar untuk pengendalian banjir dan untuk normalisasi sungai sekitarnya dan kolam retensi sekitar Rp200 juta.

“ Anggaran untuk TPKS itu sesuai reses kita tahum lalu ke TPKS, untuk pengendalian banjir dan kolam retensi di normalisasikan,” kata Anita, Rabu (12/12).

Selain itu ada pengadaan lahan di Punti Kayu  Rp10, 2 miliar untuk pengendalian banjir juga dan anggaran pengendalian banjir lainnya di sejumlah titik di kota Palembang seperti di Jakabaring, di Kramasan , IB II.

Baca:  Fraksi Nasdem Persatuan Pembangunan Pertanyakan Kinerja BUMD di Palembang.

“Ya kita mengatasi banjir anggarannya di situlah,” katanya.

Selain itu Balai Sungai Wilayah Sumsel juga melakukan normalisasi kolam retensi di Brimob,.

“ Kita harapkan tahun 2019 banjir bisa teratasi di kota Palembang,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini juga berharap Pemkot Palembang dan PSDA Sumsel juga ikut membantu mengatasi banjir di kota Palembang.

Sebelumnya Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V melakukan antisipasi dengan memperbaiki sejumlah saluran air di ruas jalan nasional dalam kota Palembang.

Kepala BBPJN V, Saiful Anwar, mengungkapkan, perlu langkah cepat dalam menghadapi ancaman banjir di Palembang. Pihaknya pun berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII bersama Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang untuk menyusun langkah pengendalian banjir.

Baca:  Inilah Anggota DPRD Palembang Periode 2019-2024.  

Saiful mengatakan, dari hasil rapat kordinasi dengan stakeholders terkait diketahui terdapat sembilan titik rawan banjir di Palembang yang menjadi kewenangan BBPJN V. Namun, untuk tahap awal perbaikan dilakukan di dua titik yang dianggap paling krusial.

“Sementara ini dua titik yang kami kerjakan di Jl Kol H Burlian, masing-masing pemasangan box culvert di depan Punti Kayu dan Hotel Darma Agung. Seharusnya pengerjaan direncanakan tahuj depan, tapi kami percepat dengan anggaran tahun ini karena dianggap mendesak,” katanya.

Terkait perbaikan box culvert di ruas jalan depan Punti Kayu, BBPJN V terpaksa mengangkat box culvert yang lama karena diketahui sudah rusak karena tersumbat oleh material dan sampah.

Baca:  Ahmad Yani Bantah Terima Fee dan Mobil

 

PPK 13 BBPJN V Satker Metropolitan Palembang, Susan Novelia, menyebutkan, satu saluran box culvert yang rusak diganti dengan dua saluran box culvert baru dengan harapan dapat mempercepat air surut saat terjadi genangan dikawasan tersebut.

“Kami pasang baru dua box culvert masing-masing dengan diameter satu meter. Saat ini sedang berlangsung dan bila tidak ada halangan dapat rampung dalam 10 hari,” katanya.

Setelah pemasangan box culvert di depan Punti Kayu rampung, perbaikan selanjutnya akan dilakukan di depan Hotel Darma Agung. Perbaikan sengaja dilakukan bergantian dengan mempertimbangkan tingkat kemacetan yang akan terjadi. Perbaikan titik rawan banjir lainnya rencananya akan dilakukan pada tahun depan.#osk