Ultimate magazine theme for WordPress.

Sumsel Bakal Inisiasi Perda Restorasi Dan Pemanfaatan Lahan Gambut

BP/DUDY OSKANDAR
Gubernur Sumsel H Herman Deru memukul gong dalam rapat koordinasi pelaksanaan restorasi gambut Provinsi Sumatera Selatan di The Zuri Hotel Palembang, Senin (29/10).

Palembang, BP

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  Herman Deru melihat kawasan rawa banyak dijual dengan harga murah oleh pemiliknya , sehingga siapapun yang akan membangun diatas rawa tersebut sanggup membelinya karena lebih murah dari lahan daratan, apalagi para investor perkebunan memilih rawa karena di beli dengan murah.

“Karena yang punya rawa merasa lahan ini tidak bermanfaat bagi dia, saya ada saran, mungkin kita bisa kerjasama dengan  Kementrian ATR /BPN , jangan ada hak milik di rawa itu, khususnya untuk luasan tertentu, tapi tidak bisa sembarangan juga dikelola  dengan seenaknya tanpa memikirkan dampak lingkungannya , padahal  rawa ini sangat luas dan kita mahluk yang berpotensi menggalinya termasuk memberikan perizinan di rawa itu, “ katanya saat membuka  rapat koordinasi pelaksanaan restorasi gambut Provinsi Sumatera Selatan di The Zuri Hotel Palembang, Senin (29/10).

Baca Juga:  Januari, 8 Persil Lahan Fly Over TAA Segera Dibayarkan

Dirinya, sepakat dengan Presiden RI yang melakukan memoratorium perkebunan di rawa , tapi rawa itu bukan tidak boleh di budidayakan.

 

“ Saya akan menginisiasi untuk membuat perda  tentang restorasi dan pemanfaatan lahan gambut, ini pernah saya lakukan saat jadi bupati tentang perda alih fungsi, ini  sangat di apresiasi oleh pemerintah pusat,” katanya.

 

Ia juga menginginkan kepala daerah yang wilayahnya terdapat lahan gambut ikut memeliharanya dengan mendukung kerja Badan Restorasi Gambut (BRG), dan berharap rapat kerja daerah tahun ini menghasilkan formula efektif restorasi lahan gambut di Sumsel. 

Baca Juga:  Alex Berpeluang Kembali Pimpin Golkar Sumsel

Menurutnya,  Sumsel memiliki lahan gambut 1,4 juta hektar yang harus dipelihara, jangan hanya digunakan kepentingan bisnis, lahan gambut juga harus diwariskan ke anak cucu dalam keadaan baik. 

“Mari sama-sama menjaga lahan gambut, ini adalah ciptaan Allah, peruntukan lahan gambut seyogyanya sebagai tempat penyimpanan air, bahkan mengandung 90 persen air, harus dijaga itu,”  kata Herman Deru. 

Kepala Badan Restorasi Gambut, Ir Nazir Foead Msc mengatakan, Sumsel serapan anggaran Sumsel terkait restorasi gambut sangat baik dan pihaknya sangat mengapresiasi.

“Laporan Sumsel buat kita turut bangga, kita sampaikan , 53, 34 persen  sampai Oktober kemarin dengan harapan November- Desember  capaian bisa sampai 96 persen seperti kita target bersama,” katanya. 

Baca Juga:  Jelang Asian Games, Satgas Darat Intensifkan Patroli Malam

Sementara Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam mengatakan, wilayahnya salah satu pemilik lahan gambut terluas di Sumsel, namun ternyata belum mendapat bantuan dari pusat. 

“Sampai sekarang belum ada bantuan dari pusat ke Ogan Ilir, tapi kami tetap berusaha melakukan langkah-langkah pemadaman kebakaran lahan, kami minta agar sumur bor yang digagas BRG di letakan di daerah rawan gambut, seperti sepanjang Tol Palindra dan Jalan lintas Indralaya,”  kata  Ilyas. 

Mengenai usulan perda pemanfaatan lahan, pihaknya menunggu hasil rakorda pelaksana restorasi gambut Sumsel mengenai pemanfaatan lahan.

“Memang di OI masih ada lahan tidur yang dikuasai beberapa orang, kami masih menunggu hasil rakorda agar bisa mengambil keputusan,”  kata Ilyas.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...