Home / Headline / 22 Koleksi Milik Warga Palembang Didaftarkan Sebagai Cagar Budaya

22 Koleksi Milik Warga Palembang Didaftarkan Sebagai Cagar Budaya

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana penutupan acara kampanye pelestarian cagar budaya di Cape De Burry, Palembang, Jumat (31/8).

Palembang, BP
Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Tegoeh mengatakan, hingga kini sudah tercatat 22 koleksi dan properti milik masyarakat yang didaftarkan sebagai cagar budaya kepada Dinas Kebudayaan Kota Palembang dan pencatatan dilakukan oleh tim dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan RI dan Dinas Kebudayaan kota Palembang selama tiga hari terakhir ini.
“Ada rumah, ada kuburan, ada bangunan, ada benda, totalnya 22, tinggal ini akan dilakukan kajian oleh tim kajian, dan baru bisa ditetapkan cagar budaya,” katanya ditemui penutupan acara kampanye pelestarian cagar budaya di Cape De Burry, Palembang, Jumat (31/8).
Menurutnya, banyak sekali benda yang diduga cagar budaya yang belum ditetapkan dan di didata.
“Pendataan yang dilakukan yang adalah data yang masuk selama kampanye pelestarian cagar budaya dan ada yang minta di datangkan ke rumahnya untuk di data, ini untuk membuka mata masyarakat dan kepedulian terhadap, berkaitan bangunan, benda masuk katagori cagar budaya, “ katanya.
Pendataan ini menurutnya menggunakan dana APBN dan akan ada lanjutan lagi, dimana sebelumnya pihaknya juga melaksanakan acara serupa melalui dana APBD.
“ Jadi pembinaan APBD dan APBN semakin mempercepat pengetahuan kepada masyarakat untuk mengetahui lingkungan apakah masuk cagar budaya atau tidak, semakin banyak masyarakat tahu, semakin banyak cagar budaya yang bisa kita selamatkan,” katanya.
Dia berharap generasi peduli dengan penyelamatan cagar budaya yang ada di kota Palembang, sehingga jika demikian maka akan sangat sedikit vandalism dan perbuatan negatip lainnya.
Sedangkan Dewi Yullyanti yang menjabat Kepala Seksi Penetapan Cagar Budaya, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya Dan Permuseuman, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan RI mengatakan, Kampanye Pelestarian Cagar Budaya merupakan kegiatan publikasi dalam rangka meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian Cagar Budaya di Indonesia. Pelestarian Cagar Budaya yang diawali dengan proses pendaftaran, penetapan Cagar Budaya dan dilanjutkan dalam upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya.
Pendaftaran dan penetapan Cagar Budaya dilakukan oleh tiap-tiap masyarakat di daerah melalui dinas-dinas yang membidangi kebudayaan di Indonesia.
“Kampanye Pelestarian Cagar Budaya diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan tanggal 29 – 31 Agustus 2018. Kota Palembang dipilih karena memiliki potensi Cagar Budaya tinggalan masa Sriwijaya dan bersamaan dengan waktu memeriahkan Asian Games.
Keterlibatan pihak-pihak yang memegang peranan penting dalam lestarinya Cagar Budaya sangat dibutuhkan pada kegiatan ini. Terutama peranan masyarakat untuk terlibat langsung,” katanya.
Selain itu masyarakat, pihak-pihak yang memiliki peranan dalam kebijakan pemerintah juga sangat diperlukan. Dinas-dinas yang membidangi kebudayaan juga diharapkan memiliki peranan besar terhadap pelestarian Cagar Budaya.
“Tidak luput juga peranan pemilik Cagar Budaya itu sendiri serta komunitas maupun pemerhati Cagar Budaya di di Kota Palembang,” katanya.
Kegiatan Kampanye Pelestarian Cagar Budaya di Kota Palembang, menurutnya , terdiri dari dua talkshow dan Pendaftaran Cagar Budaya pada booth pendaftaran. Talkshow yang bertemakan Registrasi Cagar Budaya pada tanggal 29 Agustus 2018 dan Pelestarian Cagar Budaya pada tanggal 30 Agustus 2018.
“Pada kegiatan ini terdaftar 22 koleksi dan properti milik masyarakat yang didaftarkan sebagai cagar budaya kepada Dinas Kebudayaan Kota Palembang. Hingga saat ini pada Sistem Regitrasi Nasional Cagar Budaya telah terdaftar objek yang diduga sebagai cagar budaya sejumlah 300 objek di Kota Palembang.
Diharapkan dengan adanya kegiatan kampanye ini akan tersosialisasinya Registrasi Nasional Cagar budaya dan kebijakan Pelestarian Cagar Budaya dengan baik di Kota Palembang.
Selain itu, diharapkan juga kampanye ini memberikan efek positif pada Cagar Budaya yaitu terciptanya pengawasan pergerakan dan pelestarian Cagar Budaya, meningkatnya kesadaran masyarakat akan arti penting pelestarian Cagar Budaya dan meningkatnya jumlah pendaftaran objek yang diduga Cagar Budaya.#osk