Home / Headline / DPRD Sumsel Minta Aparat Tindak Penebangan Liar Di TNKS

DPRD Sumsel Minta Aparat Tindak Penebangan Liar Di TNKS

BP/DUDY OSKANDAR
Hasbi Asidiki

Palembang, BP
Akhir-akhir ini kegiatan Penebangan Liar dan perampokan hasil hutan negara di kawasan Hutan Lindung Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) semakin marak terjadi dan hal inipun semakin meresahkan masyarakat sekitar kawasan tersebut.
Hutan Negara yang seharusnya dilindungi ternyata hari ini semakin tak terlindungi,seharusnya dilestarikan ternyata semakin hari semakin gersang yang bahkan sebentar lagi akan menjadi puing-puing dan menyisakan hamparan lahan gundul sisa-sisa.
Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) dapil Mura, Muratara dan Lubuk Linggau, Hasbi Asidiki membenarkan hal tersebut, dia menilai pembalakan dan penebangan liar yang dilakukan oleh para pemilik modal yang bersembunyi dibalik usaha saumil yang semakin hari semakin berdiri kokoh dan semakin menggerus hasil hutan yang ada di Wilayah Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Musi Rawas Utara ini.
“Sementara masyarakat setempat dan sekitar hanya dapat merasakan yang namanya dampak negatif dari kegiatan
penebangan liar tersebut,” katanya, Jumat (24/8).
Akibatnya rusaknya Akses jalan dari Kecamatan Rawas Ulu, menuju Kecamatan Ulu Rawas dan sebaliknya, hal ini ditenggarai oleh kendaraan pengangkut hasil Penebangan liar tersebut yang setiap saat melewati Jalan akses antar Kecamatan Rawas Ulu dan Ulu Rawas dengan Beban yang melebihi kapasitas jalan.
“Gesekan sesama masyarakat semakin hari semakin tampak, hal inipun ditenggarai oleh kepentingan para pemilik modal yang memanfaatkan kekuatan kelompok-kelompok tertentu untuk terus melakukan penebangan di wilayah Hutan Lindung, sehingga yang terjadi saat ini didalam tatanan masyarakat di sekitar kawasan tersebut seperti kembali kepada hukum rimba,” kata politisi Partai Gokar ini.
Selain itu roda rkonomi masyakarat sekitar kawasan semakin melemah, lagi-lagi hal ini ditenggarai oleh kerusakan akses transportasi yang diakibatkan oleh truk- truk pengangkut hasil penebangan liar yang bermuatan melebihi kapasitas jalan sehingga jalanan semakin cepat rusak dan semakin mempersulilt aktivitas masyarakat terutama dari kecamatan Ulu Rawas.
“Dari beberapa poin diatas kami sangat menyayangkan pemerintah saat ini seperti memejamkan mata atas penderitaan yang dibuat oleh pemilik modal terhadap Masyarakat ,” katanya.
Pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara untuk meninjau kembali izin operasional terhadap Saumil Bukit Layang dan Saumil AGM yang berlokasi di Desa Sungai Jauh kecamatan Rawas Ulu, mencabut izin operasional terhadap kedua usaha penampungan kayu hasil penebangan liar dari Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Dan menuntut pengusaha Saumil untuk melakukan penanaman kembali terhadap hutan TNKS yang sudah semakin Gundul, menuntut pengusaha Saumil untuk melakukan rehabilitasi Jalan dan Jembatan yang menjadi akses utama masyarakat Ulu Rawas yang rusak akibat kegiatan pengangkutan hasil penebangan liar yang
telah terjadi selama ini.
Selain itu meminta aparat penegak hukum untuk menangkap dan mengadili pemodal dan pelaku illegal logging yang semakin hari semakin meresahkan Masyarakat sekitar.#osk