Home / Headline / Dodi Reza Alex Usulkan Replanting Karet Ke Presiden

Dodi Reza Alex Usulkan Replanting Karet Ke Presiden

BP/IST
Bupati Muba H Dodi Reza Alex saat pertemuan antara bupati dan Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (31/07) siang.

Bogor, BP
Bupati Muba, H Dodi Reza Alex melayangkan usulan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), untuk melakukan replanting (peremajaan) karet di Sumsel.
“Banyak hal tadi yang saya sampaikan dengan bapak Presiden. Termasuk usulan saya untuk melakukan replanting karet di Sumsel,” kata Dodi Reza, usai pertemuan antara bupati dan Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (31/07) siang.
Dodi juga menyampaikan kepada Presiden Jokowi, tentang penggunaan aspal bercampur karet, yang dinilai dapat mendongkrak harga karet dan menjadi bagian upaya untuk menstabilkan harga karet. “Kalau ini berhasil diterapkan di seluruh Indonesia nantinya, otomatis harga karet bisa stabil dan petani karet bisa tertolong,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menekankan kepada bupati, terhadap pentingnya mengendalikan inflasi, karena pertumbuhan ekonomi tanpa dibarengi dengan inflasi yang rendah, yang baik juga akan percuma.

BP/IST
Bupati Muba H Dodi Reza Alex saat pertemuan antara bupati dan Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (31/07) siang.

“Saya mengucapkan terima kasih bahwa seluruh kepala daerah, utamanya Bupati sudah tahu betapa pentingnya yang namanya menekan inflasi, mengendalikan inflasi, pasokan distribusi barang, yang terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan sembako itu betul-betul bisa kita perhatikan,” ujarnya.
Sedangkan Presiden Jokowi mengatakan, pertemuan tersebut dilaksanakan agar para bupati juga mengetahui masalah-masalah yang ada di negara ini. Jadi, langkah-langkah yang dimulai dari kabupaten, kemudian naik ke provinsi, kemudian naik ke pusat betul-betul bisa diselesaikan bersama-sama.
Presiden memberi contoh, mengenai masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, bahwa ekonomi dunia global belum bisa tumbuh pada posisi normal kembali. Untuk itu, Jokowi berharap semuanya hati-hati dalam mengelola ekonomi di daerah kita masing-masing.
“Karena ekonomi di kabupaten, kalau sudah terkumpul semuanya dengan kabupaten dan kota, ke provinsi kemudian naik ke nasional, itu akan menjadi pertumbuhan ekonomi nasional kita. Alhamdulillah, walaupun masih ada tekanan-tekanan yang sangat berat dari ekonomi global, masih bisa tumbuh di atas 5 lebih sedikit,” katanya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan kepada bupati, terhadap pentingnya mengendalikan inflasi, karena pertumbuhan ekonomi tanpa dibarengi dengan inflasi yang rendah, yang baik juga akan percuma.
“Saya mengucapkan terima kasih bahwa seluruh kepala daerah, utamanya Bupati sudah tahu betapa pentingnya yang namanya menekan inflasi, mengendalikan inflasi, pasokan distribusi barang, yang terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan sembako itu betul-betul bisa kita perhatikan,” ujarnya, saat bertemu dengan sejumlah bupati di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/07) siang.
Jokowi mengatakan, pertemuan tersebut dilaksanakan agar para bupati juga mengetahui masalah-masalah yang ada di negara ini. Jadi, langkah-langkah yang dimulai dari kabupaten, kemudian naik ke provinsi, kemudian naik ke pusat betul-betul bisa diselesaikan bersama-sama.
Presiden memberi contoh, mengenai masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, bahwa ekonomi dunia global belum bisa tumbuh pada posisi normal kembali. Untuk itu, Jokowi berharap semuanya hati-hati dalam mengelola ekonomi di daerah kita masing-masing.
“Karena ekonomi di kabupaten, kalau sudah terkumpul semuanya dengan kabupaten dan kota, ke provinsi kemudian naik ke nasional, itu akan menjadi pertumbuhan ekonomi nasional kita. Alhamdulillah, walaupun masih ada tekanan-tekanan yang sangat berat dari ekonomi global, masih bisa tumbuh di atas 5 lebih sedikit,” katanya.
Menurut Jokowi, tekanan dari adanya kenaikan suku bunga di Amerika juga terus menekan nilai Rupiah. Kemudian perang dagang antara China dan Amerika. Semuanya juga harus tahu, karena ini juga menekan ekspor, juga menekan neraca perdagangan Indonesia.
“Jadi perlu kerja keras kita bersama, agar pertumbuhan ekonomi di daerah juga tidak terganggu, dan dalam lingkup negara pertumbuhan ekonomi nasional kita juga tidak terganggu,” katanya.
Bupati yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Musi Banyuasin Dody Reza, Bupati Jepara Marzuki, Bupati Bantaeng Nurdin Abdulla, dan Bupati Sorong Johny Kamuru.#osk

x

Jangan Lewatkan

Perjalanan Terjal Dompet Dhuafa Sumsel Distribusikan 200 Kurban

Palembang, BP–Dompet Dhuafa Sumatera Selatan berhasil memenuhi targetnya menghimpun 200 pekurban. Kurban dalam bentuk sapi dan kambing setara 200 domba ...