Dodi: Tunggu Hasil Rekap KPU

14

BP/DUDY OSKANDAR
Pasangan cagub Sumsel dan Cawagub Sumsel H Dodi Reza Alex dan HM Giri Ramandha N Kiemas saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (28/6).

Palembang, BP

Meskipun beberapa lembaga survei telah mengeluarkan hasil hitung cepat (Quick Count) dengan hasil yang memenangkan pasangan calon nomor urut 1, Herman Deru – Mawardi Yahya dengan selisih tipis. Namun, Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel nomor urut 4, Dodi Reza – Giri Ramanda menyatakan akan tetap menunggu rekapitulasi akhir penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel.

Demikian diungkapkan Paslon H Dodi Reza Alex – HM Giri Ramanda kepada sejumlah wartawan saat menggelar konferensi pers, Kamis (28/6) siang di Posko Pemenangan Dodi – Giri di Jalan Hang Jebat Palembang.

“Secara garis besar kami melihat pilkada 27 Juni kemarin, pelaksanaan berjalan aman sejuk dan tidak ada hal yang berarti. Namun tetap masih ada proses yang harus dibenahi dan dikoreksi bersama. Beberapa lembaga survei juga sudah melakukan quick count, dan memang hasilnya berbeda-beda. Perbedaan ini bisa saja terjadi karena perbedaan metodologi, sampel juga validitasnya, karena ada beberapa hitung cepat yang memenangkan Paslon Nomor 4, ada juga yang memenangkan paslon nomor urut lain,”  kata Dodi.

Baca:  Pilkada Serentak Tahun 2020, 7 KPU Kabupaten di Sumsel Terpaksa Pangkas Anggaran

Menurut Dodi, pihaknya tidak akan menjadikan hasil hitung cepat sebagai acuan untuk bahan klaim kemenangan. Pihaknya tetap akan menunggu keputusan KPU yang mengeluarkan hasil perhitungan suara secara resmi.

“Kami berdua berkomitmen dengan seluruh tim untuk tetap berpegang pada keputusan KPU Sumsel. Tidak ada yang sejatinya saling mengklaim kemenangan sampai hari H penghitungan KPU berlangsung,” tegasnya.

Baca:  Pesilat Betawi Gelar Duel Maut Di Kantor KPU Palembang

Dirinya juga berharap Pilkada Sumsel akan menghasilkan output yang dapat dipertanggungjawabkan secara legalitas menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh saksi dan tim di lapangan untuk mengawal suara dan hasil di tps masing-masing baik itu C1 sampai dengan rekap akhir. Kami juga meminta seluruh tim untuk tidak terprovokasi, jangan sampai ada yang mengganggu perolehan suara paslon Dodi – Giri di tiap tps,” ujarnya.

Bukan hanya Dodi Reza, hal senada juga disampaikan Calon Wakil Gubernur Sumsel Giri Ramanda yang menyatakan bahwa hasil quick count belum dapat dijadikan acuan kemenangan.

Baca:  Dana Hibah Penyelenggaraan Pilkada 2020 di 7 Kabupaten Sumsel Hampir Sentuh Angka Rp400 Miliar

“Hasil dari hitung cepat beberapa lembaga survei memang hanya selisih tipis, artinya masih masuk di margin error. Jadi kami akan tetap menunggu hasil rekapitulasi KPU Sumsel,” kata Giri.

Ditambahkan Giri, tim sudah mengumpulkan sekitar 75 persen suara dari tiap TPS. Namun, pihaknya belum bisa mengumumkan hasil dari pengumpulan data tersebut.

“Dari 75 persen suara yang kami kumpulkan berdasarkan C1 hasilnya tidak sesuai dengan hasil hitung cepat dari beberapa lembaga survei. Hasil analisa tim, pasangan kami unggul di 11 daerah,”  katanya.#osk