Home / Headline / Dirut Perusahaan Pengadaan Semen Benton Diperiksa Polresta Palembang

Dirut Perusahaan Pengadaan Semen Benton Diperiksa Polresta Palembang


BP/IST
Suasana saat melaksanakan proyek pengecoran beberapa waktu lalu

# Dugaan Penipuan 

Palembang, BP

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan, direktur utama (Dirut) PT Sumber Beton Pelangi (PT SBP) yang bergerak dibidang pengadaan semen beton atas nama Jimmy Wijaya, yang merugikan anggota DPRD Palembang Aidil Adhari terus berlanjut.

Berdasarkan informasi, yang berhasil dihimpun, Kamis (7/6), sekitar pukul 11.00 terlapor, Jimmy Wijaya diperiksa diruang Pidsus Polresta Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edy Winara melalui, Kanit Pidsus, Harry Dinar membenarkan, terlapor atas nama Jimmy sudah diperiksa atas dugaan kasus penipuan. Saat ini, status terlapor masih terperiksa.

“Kasus masih dalam pemeriksaan. Jika dibutuhkan, terlapor akan segera dipanggil dalam waktu dekat,” katanya, Kamis (7/6).

Sementara itu, Dirut PT SBP Jimmy Wijaya saat dikonfirmasi melalui sambungan Whatsup, mengatakan, tidak bisa berkomentar banyak terkait hal itu, yang pasti menurutnya tidak ada manusia yang sempurna.

Terlebih ia menuduh bahwa media benci pada PT SBP.

“Kenapa anda benci dengan kami. Kerja kami ini halal bukan kriminal,” katanya.

Ketika ditanya, apa langkah yang akan dilakukan jika nanti Polisi menetapkannya sebagai tersangka atas penipuan itu, Jimmy kembali melontarkan nada tidak baik.

“Senang liat orang susah, susah liat orang senang,” katanya.

Diketahui, laporan ke Polisi diterima dengan Nomor Laporan :LPB/2805/XI/2017/SPKT tertanggal 06 November 2017 dengan pelapor M Aidil Azhari, warga Jalan Batang Hari Raya Nomor 01 RT 42 Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang sementara terlapor atas nama Jimmy Wijaya warga Jalan SMB II belakang SPBU Alang-Alang Lebar (AAL) KM 12 Palembang.

Berdasarkan pengakuan Aidil, berdasarkan hasil uji laboratorium PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, yang ditandatangani ka Pengendalian Mutu Riza Solati, bahwa kualitas semen atau ready mix PT SBP dengan umur 28 hari ada diangka 106,8. Padahal sesuai ketentuan untuk bangunan Rumah Toko (Ruko) kualitasnya di angka 275.

Begitu juga dengan hasil uji penghitungan kuat tekan beton dari Sucofindo, kekuatan beton rata-rata PT SBP hanya 108,68. Sementara itu, masyarakat yang merasa ditipu PT SBP, Aidil Adhari mengatakan, ia mengalami kerugian materi mencapai Rp 600 juta.

“Ini belum lagi kerugian waktu. Kasus ini sudah di bawah ke ranah hukum. Saya merasa dirugikan, tidak ada etikat baik dari PT SBP untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Sekretaris DPC PDIP Palembang ini.#osk