Bedeng Enam Pintu Ludes Terbakar

8

Kondisi bedeng enam pintu di Jalan KI Merogan, Lorong Rindu, RT1/25, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang setelah ludes terbakar, Minggu (11/3). BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Hanya dalam waktu 30 menit, satu unit rumah yang dijadikan bedeng enam pintu di belakang Pasar Kertapati, Jalan KI Merogan, Lorong Rindu, RT1/25, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang ludes terbakar, Minggu (11/3).

Informasi dihimpun, api mulai berkobar pada pukul 11.30 dari rumah milik Husein. Bangunan rumah yang dijadikan bedeng enam pintu itu baru bisa dipadamkan tiga puluh menit pasca api berkobar dengan lima unit mobil pemadam kebakaran.

Baca:  Pencuri Diamuk Massa, Motornya Dibakar

Namun bangunan sudah ludes terbakar saat api berhasil dipadamkan. Total kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Darus Yusuf, warga sekitar mengatakan, dirinya tidak mengetahui penyebab kebakaran. Dirinya tahu kebakaran saat warga lain berteriak. “Waktu itu saya lihat api sudah besar dan asap sudah pekat mengepul,” terangnya.

Mengetahui adanya kebakaran, ia bersama warga sekitar langsung secara spontan bergerak untuk berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.

Baca:  Barang Ilegal Hasil Operasi Lanal Palembang Dibakar

Sembari menunggu petugas pemadam kebakaran agar kobaran api tidak semakin meluas dan tidak lama kemudian petugas dari PBK mendatangi lokasi kejadian dan ikut memadamkan kobaran api.

Sementara itu, Kapolsek Kertapati AKP I Putu Suryawan membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Usai mendapat laporan dari warga pihaknya langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan petugas PBK Kota Palembang.

Baca:  Pembakar Alat Berat Dibekuk

“Saat ini api sudah berhasil kita padamkan. Asal api diduga karena korsleting listrik, namun pihak kita bersama Unit Identifikasi Polresta Palembang sedang melakukan olah tempat kejadian perkara,” katanya.

Kendati demikian, dirinya memastikan, sejauh ini kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun untuk kerugian belum dapat di tafsir lantaran masih dalam proses perhitungan dan pemeriksaan saksi-saksi. #idz