Home / Headline / Kepengurusan KNPI Sumsel yang Dipimpin MF Ridho Dibekukan

Kepengurusan KNPI Sumsel yang Dipimpin MF Ridho Dibekukan

Ketua Karateker DPD KNPI Sumsel sekaligus Dewan Pengurus Pusat KNPI, Adherie Zulfikri Sitompul, menunjukkan SK pembekuan kepengurusan DPD KNPI Sumsel periode 2013-2016 yang dipimpin oleh MF Ridho.

Palembang, BP–Ketua Karateker DPD KNPI Sumsel sekaligus Dewan Pengurus Pusat KNPI, Adherie Zulfikri Sitompul, mengungkapkan, kepengurusan DPD KNPI Sumsel periode 2013-2016 yang dipimpin oleh MF Ridho resmi dibekukan. Hal tersebut diungkapkannya di hadapan sejumlah awak media,  Sabtu (10/3).

Menurut Adherie, pembekuan kepengurusan tersebut dilakukan setelah melalui rapat pleno yang digelar tanggal 25 Januari 2018 lalu. “Ini kondisi yang ingin kami sampaikan, bahwa pembekuan itu sudah dilakukan dalam rapat pleno,” jelasnya singkat.
Setelah dilakukan pembekuan ini selanjutnya, kata Adherie, telah dibentuk juga pengurus karakateker DPD Provinsi Sumsel untuk mempersiapkan pelaksanaan Musda guna memilih kepengurusan KNPI periode 2018-2022.
Diakui Adherie jika dilihat dari tahun pelaksanaannya memang terjadi lompatan. Hal itu tak lain dikarenakan kepengurusan periode sebelumnya, 2013-2016, tidak juga berhasil melaksanakan Musda meski KNPI pusat telah memberikan perpanjangan waktu hingga beberapa kali.
“Ini mengakibatkan jalannya organisasi di KNPI Sumsel berhenti dan berimbas di KNPI di kabupaten/kota  se-Sumsel. Sementara hampir di 14 kabupaten dan kota, SK kepengurusan habis  sehingga sudah harus Musda. Tapi ini jadi terkendala karena Musda KNPI Sumsel belum dilaksanakan. Makanya rapat pleno dilakukan sehingga keluar SK Pembekuan,” terang Adherie.
Terkait masalah ini, lanjut Adherie, sudah disampaikannya kepada Gubernur Sumsel, melalui Kesbangpol, Kadispora, dan Kapolda. Bahkan respon Gubernur dinilainya sangat cepat.
“Respon beliau terhadap kepemudaan sangat luar biasa. Pesannya, secepatnya Musda KNPI Sumsel digelar dan jangan sampai terlalu dekat dengan Pilkada. Jadi mudah-mudahan paling lambat akhir April kita akan Musda,” tegasnya.
Gubernur, lanjut Adherie, juga mendukung sepenuhnya jalannya pelaksanaan Musda demi terpilihnya kepemimpinan kepemudaan yang demokratis. Hal ini penting untuk menjalankan roda organisasi dan kerja sama antara KNPI dan Pemprov yang telah terjalin selama ini.
Musda  itu nantinya akan mengagendakan pemilihan calon ketua oleh DPD KNPI di 17 kabupaten/kota yang ada ditambah 70 organisasi kepemudaan tingkat provinsi.
“Kami tim karateker indepedensi dan tidak ikut campur soal kandidat. Target kami Musda sukses agar terpilih Kepengursan DPD KNPI Sumsel. Silahkan para  pemuda  maju calonkan diri untuk jadi ketua KNPI. Kita akan buka pendaftaran,” paparnya.
Pendaftaran itu biasanya akan dibuat dalam bentuk pengumuman atau iklan dan akan dibuka H-2 dengan beberapa persyaratan khusus. Kenapa pendaftaran dilakukan H-2, menurutnya, agar pendaftar benar-benar  sudah terverifikasi sehingga tidak ada lagi keterlambatan pelaksanaan Musda.
“Sebentar lagi akan ada Kongres KNPI di Aceh, kalau Musda ini tidak jalan, maka akan merugikan kepentingan Pemuda Sumsel. Makanya kita sepakat menggelar pleno dan membekukan kepengurusan sebelumbya.,” tutup Adherie. #rio