DP4 Provinsi Sumsel Capai 5.885.836 Orang

11

BP/IST’
Heny Susantih

Palembang, BP

KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) dari KPU RI sebanyak 5.885.836 orang. Setelah dilakukan coklit, Daftar Pemilih Sementara (DPS) diperkirakan akan bertambah 200.000 orang pemilih.
Komisioner KPU Sumsel Divisi Hubungan Masyarakat , Sumber Daya Informasi dan Hubungan Lembaga Heny Susantih mengatakan, DP4 Provinsi Sumsel berdasarkan data dari Kemendagri dan diserahkan ke KPU RI kemudian disampaikan ke KPU Sumsel sebanyak 5.885.837 orang pemilih. “Setelah dilakukan coklit tentu ada penambahan pemilih baru yang kita prediksi 200.000 orang pemilih. Hasil resminya setelah penetapan dari kabupaten/kota,” ujarnya, Kamis (8/3).
Lebih lanjut Heny menjelaskan, data dari DP4 dan coklit akan menjadi Data Pemilih Sementara (DPS). “Panitia Pemungutan Suara (PPS) yakni panitia adhoc mulai dari tingkat Desa dan Kelurahan nanti akan menetapkan rekapitulasi. Untuk kemudian diplenokan ditingkat kabupaten/kota,” katanya.
Menurutnya, kendala yang dihadapi dilapangan untuk mendapatkan data pemilih diantaranya ada pemilih yang belum memiliki E-KTP yang diperkirakan mencapai 10.000 orang lebih. Selain itu, masalah lainnya adalah daerah pemekaran seperti Muaratara dan PALI. Karena data pemilihnya masih ada yang berada di daerah asal pemekaran.
“Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2017, basis kita menyusun data pemilih berdasarkan E-KTP. Tapi karena masih ada data pemilih yang berada di daerah asal pemekaran, maka kita koordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) daerah pemekaran,” kata Heny.

Baca:  Yetty Kehilangan  Putranya Saat Kebakaran

Dia menambahkan, kendala pendataan lainnya adalah untuk pemilih yang berada di wilayah perbatasan. “Kami selalu melakukan monitoring ke daerah perbatasan. Kita minta KPU kabupaten/kota untuk melakukan pendataan dengan lebih teliti dalam menetapkan daftar pemilih sesuai Undang-Undang. Sehingga data yang didapat akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.#osk