Home / Headline / Tanah Diserobot, Pengusaha Palembang Lapor Polda

Tanah Diserobot, Pengusaha Palembang Lapor Polda

BP/HAFIDZ – Kosim Kotan didampingi kuasa hukumnya, Prof Dr Hc Rasyid Ariman SH MH melaporkan dugaan penyerobotan tanah yang dilakukan Junaidi ke Polda Sumsel, Selasa (6/3).

Palembang, BP

Merasa tanah miliknya diserobot orang lain, Kosim Kotan, warga Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan 24 Ilir, Palembang, melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Selasa (6/3).

Melalui kuasa hukumnya Prof Dr HC (AIMS) H M Rasyid Ariman SH MH AV ADV, pengusaha alat berat tersebut melaporkan Junaidi, warga Jalan Residen A Rozak, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Rasyid menjelaskan, tanah yang disengketakan seluas 1,7 hektar terletak di Jalan Noerdin Panji, Kecamatan Sukarame, Palembang. Penyerobotan serta pemalsuan dokumen tanah tersebut diduga dilakukan terlapor sejak 2006 lalu.

“Penyerobotan diketahui saat terlapor mengklaim tanah tersebut dengan cara memasang plang mengatasnamakan diri terlapor bahwa tanah tersebut miliknya,” ujarnya usai melapor.

Ia menambahkan, selain penyerobotan tanah terlapor juga dilaporkan dengan perkara dugaan pemalsuan dokumen surat tanah. Hal tersebut diketahui setelah dirinya mengecek ke Kantor Kecamatan Sukarame, bahwa surat tanah tersebut tidak terdaftar.

Sedangkan tanah kliennya sudah ada Surat Pengakuan Hak (SPH) dan pengoperan tertanggal 1992 atas tanah tersebut. Rasyid berujar, dulu kliennya tidak langsung melaporkan hal tersebut karena merasa belum perlu.

Namun setelah dipasang plang serta telah menyewakan tanah tersebut kepada pihak lain, Kosim semakin panas karena merasa merugi nominal uang yang sangat besar.

“Akibat tanahnya diserobot, klien kami mengalami kerugian Rp50 miliar. Kami berharap laporan kami ini segera di proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo mengatakan, saat ini laporan sudah diterima dengan nomor STTLP/193 /III/2018/SPKT dan selanjutnya akan diproses lebih lanjut oleh Ditreskrimum Polda Sumsel. #idz