Sriwijaya FC Kutuk Pemukulan Marcho Oleh Panpel PGK

9

Marco Meraudje mendapat penanganan medis setelah dipukul oleh dua oknum panpel Piala Gubernur Kaltim.

Palembang, BP--Sriwijaya FC menyesalkan aksi oknum panitia pelaksana (panpel) pertandingan di Stadion Palaran Laga pada babak semifinal turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 antara Sriwijaya FC melawan Borneo FC, Jumat (2/3) malam.

 

Bukan kejadian di lapangan hijau, melainkan di lorong stadion di pengujung babak pertama. Salah satu pemain Laskar Wong Kito, Marco Meraudje, dipukul dua oknum panpel dan menyebabkan luka lebam di bagian pelipis kepala bagian kiri.

Baca:  Sosialisasikan Asian Games ke Costa

 

Aksi ini membuat pelatih dan jajaran manajemen SFC berang. Bahkan laga sempat terhenti karena manajemen SFC menuntut oknum panpel tersebut dihadirkan dan memohon maaf. Usai kejadian, dua oknum panpel tersebut langsung melarikan diri dan tidak tampak di Stadion Palaran.

 

Manajer SFC Ucok Hidayat mengutuk keras aksi ini dan meminta pihak berwajib untuk tetap mengusut hingga tuntas.

Baca:  Masih Fokus Hadapi Persib

 

“Marco dipukul dua orang dan disaksikan tiga official SFC. Saat itu tidak ada petugas keamanan berseragam di lokasi,” jelasnya.

 

Terkait sikapnya yang sempat meminta pertandingan dihentikan, menurutnya, hal ini untuk memberikan perlindungan bagi Alberto Goncalves dkk.

 

“Jika tidak ada sikap tegas dari panpel, maka siapa yang bisa menjamin keamanan pemain SFC. Apalagi hal ini terjadi di area teknis yang notabene tidak sembarang orang bisa berada di sana,” keluhnya.

Baca:  Rishadi Masuk Kotak

 

Negosiasi pun berjalan cukup alot dan pengawas pertandingan Arif Bulqini bersama sejumlah unsur Muspida seperti Kapolres Samarinda dan Danrem menemui langsung manajemen SFC.

 

“Kita putuskan tetap bermain karena menghormati Bapak Gubernur Kaltim selaku pihak penyelenggara, namun tentu proses pengusutan jalan terus,” pungkasnya. 0zal