Home / Headline / Jangan Anggap Remeh Tapal Batas

Jangan Anggap Remeh Tapal Batas

BP/IST
Praktisi Hukum, Nur Kholis

Palembang, BP

Praktisi Hukum, Nur Kholis meminta pemerintah lebih serius dalam menangnai masalah tapal batas di Sumsel. Karena masalah seperti ini bisa menimbulkan bentrok dan lainnya.
Padahal Sumsel akan menggelar dua perhelatan besar yakni Pilkada dan Asian Games. “Masalah ini harus disikapi serius oleh pemerintah. Apalagi, tahun ini kita akan meggelar Pilkada dan Asian Games. Kan tidak lucu kalau saat pesta berlangsung, warga kita justru ribut karena masalah ini,” kata Nur Kholis saat jadi pembicara dalam dialog dengan tema ‘tapal batas tak berharkat’ di Hotel Princes, Rabu (28/2).
Menurut Nur Kholis, semua pihak harus berperan aktif dalam menjaga situasi dilapangan agar tetap kondusif. Karena nama baik Sumsel akan dipertaruhkan dalam dua acara besar tersebut. Dan dirinya sangat yakin, kalau dibicarakan secara baik-baik, maka masalah ini akan selesai.
Nur Kholis juga menjelaskan kalau setiap terjadi pemekaran wilayah, maka akan ada beberapa persolan yang menyertainya. Diantaranya masalah tapal batas wilayah, masalah kepengurusan administrasi, kepengurusan tanah dan hilangnya mata pilih. “Mendagri sendiri sangat repot.
Oleh sebab itu, penyelesaian masalah ini tidak bisa dilakukan sendiri sendiri, tetapi harus bersama-sama dan harus ada koordinasi dengan provinsi dan kabupaten terkait,” jelasnya. Selain itu, lanjut Nurholis, hasil dialog ini harus dikonsultasikan dengan perangkat daerah, maupun lembaga negara. Sehingga ditemukan jalan keluar yang adil bagi semua pihak.
Sementara itu Ketua IKSS Muba, Suaidi A Rahman, mengatakan, warga melalui IKSS kabupaten Musi Banyuasin ( Muba) akan mengajukan gugatan Ke Kemendagri untuk membatalkan Peremendagri nomor 76 tahun 2014, dan mengembalikan Peremendagri nomor 50 tahun 2014.
“Jika tidak, kita akan mengajukan gugatan hukum,” kata Suaidi. Menurutnya, masalah tapal batas ini sangat penting. Karena, berdasarkan pencocokan dan penelitian (coklit) data pilih, ada sekitar 100 pemilih yang ada di Sako Suban kecamatan Batang hari Leko kabupaten Muba, yang menjadi pemilih Musi Rawas Utara (Muratara) dan itu pihaknya dikembalikan ke Muba.
“Ya kami minta kepada pemerintah agar Pemilih yang sekarang berada di kabupaten Muratara ke Muba, kita terus berjuang, ada dua TPS dusun Sako Suban masuk Muratara, kurang lebih 1000 pemilih,” kata Suaidi. Bukan hanya persoalan pemilih saja, namun dikatakan dia, bahwa pendapatan asli daerah (pad) dari Sako Suban sangat besar, hal ini sangat potensial untuk memberikan kontribusi bagi PAD Muba.
Sedangkan Ketua DPRD Muba, Abu Sari, mengungkapkan pihaknya akan terus berjuang bersama masyarakat sehingga Desa Suban ini dikembalikan kepada Muba, karena desa ini sangat potensial bagi Muba. “Oleh karena itu, persoalan tapal batas ini harus segera dituntaskan secara adil dan bijak, dan tentu kami berharap masyarakat untuk bersabar karena kita terus berjuang, baik itu ke pusat maupun Provinsi,”tukasnya.Hadir dalam dialog tersebut puluhan mahasiswa dan masyarakat Muba. #osk