Home / Headline / Didi Ditikam dari Belakang Hingga Tewas

Didi Ditikam dari Belakang Hingga Tewas

Tersangka Muhammad Suharto memperagakan adegan pembunuhan terhadap korban Didiansyah (diperankan petugas) dalam rekonstruksi di Mapolsek Kertapati Palembang, Rabu (28/2). BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Dengan posisi dibelakangi korban, Muhammad Suharto alias Mamat (21) menghujani punggung Didiansyah alias Didi (36) dengan tiga kali tusukan hingga tewas.

       Aksi pembunuhan yang dilakukan warga Jalan Yusuf Singadekane, Lorong Tembusan, Kelurahan Karya Jaya ini terungkap dalam rekonstruksi yang digelar aparat Polsek Kertapati Palembang, Rabu (28/8).

Reka ulang adegan pembunuhan yang terjadi pada 13 Februari lalu itu, tersangka memperagakan 16 adegan bersama sejumlah saksi dan korban diperankan oleh aparat kepolisian.

Dalam rekonstruksi tersebut terungkap, sebelum pembunuhan terjadi, antara pelaku dan korban sempat terjadi perkelahian. Namun sempat dilerai oleh saksi Gudu beserta warga lain.

Kemudian, saat saksi Gudu mengatakan pelaku pulang dan setelah pulang, saksi Gudu sempat memberi nasihat kepada Mamat di belakang rumahnya.

Pada adegan ketiga, korban mendatangi rumah pelaku dengan berjalan cepat. Melihat korban mendekati Mamat, Gudu menyuruh

pelaku masuk ke dalam rumah. Namun saat itu korban sempat melempar pelaku dengan menggunakan pecahan genteng.

Selanjutnya di adegan keenam, pelaku keluar rumah dengan membawa sebilah pisau di tangan kanannya menemui korban yang berada di belakang rumah pelaku.

Lalu setelah berhadapan, korban mencekik leher pelaku dan puncaknya pada adegan ke 12, pelaku menekan punggung korban dan dilanjutkan dengan menusuk punggung korban sebanyak tiga kali.

Hingga setelah korban tak berdaya dengan berlumuran darah, pelaku langsung

melarikan diri. Sedangkan korban dilarikan saksi ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

“Rekonstruksi ini kita gelar bertujuan untuk mencari titik terang suatu kasus. Apalagi terkait kasus pembunuhan. Setelah berkasnya lengkap maka akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk tahap penuntutan,” ujar Kapolsek Kertapati AKP I Putu Suryawan didampingi Kanit Reskrim Ipda Dheni.

Sementara itu, Desmon Simanjuntak selaku kuasa hukum korban, mengaku cukup puas dengan rekonstruksi ini. Namun pihaknya tetap meminta keadilan dalam penegakan kasus ini.

“Dua alat bukti awal sudah benar, keterangan saksi, keterangan ahli visum dan tahapannya pun juga sudah benar. Kami hanya meminta keadilan. Apalagi korban ini merupakan tulang punggung keluarga yang mempunyai istri dan tiga orang anak,” tandasnya. #idz