Home / Headline / Pulang dari Bank, Tauke Karet Didor Begal, Rp250 Juta Melayang

Pulang dari Bank, Tauke Karet Didor Begal, Rp250 Juta Melayang

Suasana rumah korban tampak ramai usai kejadian. BP/MARWAN

Muratara, BP–Tauke karet H Solehan (53), warga Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, Jumat (26/1) sekitar pukul 15.00 ditembak empat kawanan begal setelah pulang dari bank.  Korban harus dilarikan ke RSUD Rupit karena menderita luka tembak di paha. Tidak itu saja uang sebanyak Rp250 juta yang baru diambilnya di Bank BNI cabang Rupit dibawa kabur oleh kawanan perampok tersebut.

 

Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro mengatakan peristiwa yang menimpa korban terjadi saat pulang ke rumah bersama istri usai mengambil uang di Bank BNI cabang Rupit dengan  menggunakan mobil. Setelah mengambil uang korban langsung ke pasar rupit untuk membeli dodoL sawit, setelah itu korban langsung pulang ke rumahnya. Hingga terjadi peristiwa naas tersebut.

 

Dan saat korban turun dari mobil salah satu pelaku langsung menodong dgn senpira dan menembak korban di bagian paha sebelah kanan dan pelaku lainnya mengambil dan merampas uang dalam kantong kresek warna hitam, dan istri korban yang masih berada di dalam mobil diancam menggunakan senpira agar tidak berteriak.

 

Korban sempat berusaha untuk melawan sehingga pelaku menembak 1 kali lagi namun tidak kena. Setelah merampas uang korban, para pelaku melarikan diri. Sedangkan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Rupit akibat luka tembak pada paha tembus.

 

Diketahui bahwa korban sudah biasa setiap hari Jumat rutin mengambil uang di Bank BNI Rupit dalam jumlah banyak, dan uang tersebut digunakan untuk pembayaran pembelian sawit. Diduga para pelaku sudah mengikuti korban dari Bank BNI Rupit hingga ke rumah korban.

 

Anggotanya masih melakukan penyelidikan atas kasus yang menimpah korban, dari tkp polisi berhasil menemukan proyektil yang dimuntahkan pelaku. Dan kini anggotanya juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.

 

“ Dihimbau kepada masyarakat apabila mengambil uang dalam jumlah besar untuk dikawal oleh aparat kepolisian. Masyarakat tinggal telepon layanan 110 dan pengawalan gratis, kemudian sebaiknya nasabah mengacak jadwal pengambilan uang dan segera lapor polisi bila ada hal mencurigakan. Sehingga tidak mengalami hal seperti ini,” pungkasnya.wan

 

 

x

Jangan Lewatkan

11 Penambang Batubara di Muaraenim Tewas Tertimbun  Longsor

Palembang, BP 11 orang pekerja tambang batu bara rakyat di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, Sumsel, ...