Home / Headline / Calon Pemimpin Sumsel Yang Berusia Muda Buka Ruang Parsialisasi kelompok Pemilih Pemula

Calon Pemimpin Sumsel Yang Berusia Muda Buka Ruang Parsialisasi kelompok Pemilih Pemula

BP/IST
Bagindo Togar BB

Palembang, BP
Fenomena munculnya figur muda dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) menurut pengamat politik dari Fisip Universitas Sriwijaya (nsri) Bagindo Togar BB, dalam konteks ini harus dibatasi usianya dibawah 4O tahun, mulai berani tampil dipermukaan event politik di Sumsel.
Menurutnya, secara khusus dalam Pemilihan Gubernur, walau masih dalam posisi jabatan Wakil Gubernur Sumsel ada tiga sosok yang telah jelas tampil, yakni Giri R Kiemas sebagai Wakil H Dodi Reza Alex Noerdin, Yudha Pratomo Mahyudin wakil H Ishak Mekki dan H.Irwansyah menjadi wakil H Aswari Rivai.
“Ketiga calon tersebut berlatar belakang berbeda pula; Legislatif/ketua DPRD, pengusaha/akademisi dan walikota/eksekutif,” katanya, Jumat (26/1).
Selanjutnya menurutnya, apakah publik daerah ini telah “Bersepakat” direpresentasikan dengan tiga Pribadi yang tersebut diatas?
“Dan Apakah selama ini ketiga figur tersebut telah banyak melakukan kontribusi berupa konsep maupun kebijakan yang kuat muatan maupun performa programnya yang berpihak atau meningkatkan peran maupun kualitas generasi muda? atau Mereka hanya sekedar pribadi yang diuntungkan berpeluang diperhitungkan oleh faktor kultur sosial politik yang masih primordial atau akses partisipasi politik yang masih didominasi kaum elite masyarakat tertentu, yang mengakibatkan kanal demokrasi akan mengalami penyumbatan,” katanya.
Namun menurutnya, dengan adanya tiga sosok generasi yang tergolong muda ini,akan membuka ruang parsialisasi kelompok pemilih Muda (Pemula) kepada tiga bakal calon maupun Cagub Senior lain.
“Jadi, sesungguhnya warga Sumsel yang punya hak pilih, dituntut untuk Kkritis mengamati visi misi para calon gubernur/wagub apakah substansi program pembangunan yang kelak diimplementasikan sarat nilai-nilai kreatifitas, expresif plus progresif, fairnes, anti mainstream dan populistik yang merupakan karateristik maupun perilaku anak ( generasi ) Muda. Bukan yang ewuh pakewuh, formalistik, feodalistik, megalomania anti dialog,” katanya.

Selain itu menurutnya, apakah para sosok pribadi usia muda tersebut akan signifikan meningkatkan elaktibilitas pasangannya, sangat tergantung kepada rekam jejak figur muda tersebut, plus model pendekatan serta issue atau program yg akan disampaikan terhadap kelompok-kelompok/ komunitas anak-anak muda yang ada di segala pelosok di daerah ini.#osk

x

Jangan Lewatkan

Panca MY ‘Sentil’ Soal Pelayanan RSUD Tanjung Senai yang Buruk

# Banyak Warga Takut Berobat Iqndralaya, BP–Calon Bupati Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar MY ‘sentil’ soal pelayanan RSUD Tanjung ...