Home / Headline / Usai Pencarian Korban, Polisi Cari Pengemudi Spedboat ‘Pencabut Nyawa’

Usai Pencarian Korban, Polisi Cari Pengemudi Spedboat ‘Pencabut Nyawa’

Pncarian tim gabungan kepolisian dan Basarnas rampung dengan ditemukannya 11 korban dalam kondisi meninggal.

Banyuasin, BP–Semua korban laka maut spedboat ‘Awet Muda’ telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dioleh tim gabungan. Ke-13 korban dinyatakan meninggal dan 43 lainnya selamat.

Pencarian dihentikan setelah korban terakhir dari 11 korban yang sebelumnya hilang ditemukan oleh warga kemudian diserahkan ke Polsek Sungsang, Banyuasin, Jumat (5/1/2018).
Kapolsek Banyuasin Iptu Adi Akhyat mengatakan, lokasi penemuan mayat cukup jauh dari tempat kecelakaan kapal, sekitar satu jam perjalanan menggunakan spedboat. “Tepatnya di perbatasan perairan Sungsang dan pulau Bangka,” katanya.
Saat dievakuasi oleh petugas Polsek Sungsang kondisi mayat masih utuh. Dengan ciri mengenakan baju merah dilapisi jaket hitam dan celana kargo hitam. “Mayatnya sudah dievakuasi ke rumah sakit Bayangkara Palembang untuk diidentifikasi,” katanya.
Sementata itu Humas Basarnas Rio Taufan mengatakan, dengan penemuan korban terakhir, artinya semua penumpang sped boat ‘Awet Muda’ yang menjadi korbna kecelakaan telah ditemukan. “Semua korban telah dievakuasi, pencarian selesai,” singkatnya.
Melarikan Diri
Setelah semua korban ditemukan proses  ditutup, kini giliran penegakan hukum atas penyenan terjadinya kecalakaan yang menewaskan 13 nyawa tersebut.  “Sekarang petugas Pol Airud sedang melakukan pengejaran terhadap AD pengendara Spedboat yang melarikan diri,” katanya.
Keterangan dari pengemidi Ad tersebut sangat dibutuhkan untuk mengungkap penyebab pastinya kejadian ini. Apakah murni karena bencana alam atau ada unaur kelalaian hingga menyebabkab korbam jiwa. “Kalau murni bemcana alam, tentunya proses hukum tidak dilanjutkan, tapai bila ada unsur pidana akan ditindak tegas,” katanya.
Jadi, pencarian Ad hanya sebatas dibutuhkan keterangan sebagai saksi, belum ada penetapan tersangka.
“Dugaan sementara karena faktor alam, karena mesin sempat rusak di perjalanan, sehingga spedboat terpaksa kesorean di jalan yang biasanya waktu ombak pasag. Tapi petugas dalam hal ini Dir Polairud akan mendalami lagi,” katanya.#mew
x

Jangan Lewatkan

Perjanjian PT ATS Habis Oktober 2020, DPRD Sumsel Sarankan Pemprov Lakukan Kajian

Palembang, BP Kerjasama Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dengan PT Adhya Tirta Sriwijaya (ATS) dalam pengelolaan air bersih akan ...