Pencuri Kabel PLN Tersengat Listrik

12

Suwandi, pelaku pencurian kabel PLN mendapat perawatan di Puskesmas Timbangan.BP/HENNY

Inderalaya, BP–Suwandi (40) ditemukan dalam keadaan pingsan dan mengalami luka bakar karena tersengat listrik setelah diduga melakukan pencurian kabel trafo milik PT PLN di Gardu pi0188, Desa Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (3/1).

Berdasarkan data diperoleh, aksi pencurian itu diketahui setelah pihak PLN Rayon Inderalaya mendapat informasi dari warga kalau di dekat gardu tersebut ada orang jatuh pingsan dan mengalami luka bakar.

Baca:  Panen Sawit, Sastra Mendekam di Sel

Dari hasil pemeriksaan diketahui pelaku memutuskan kabel trafo sepanjang 36 meter yang sudah dimasukkan dalam karung. Namun saat akan memotong kabel, pelaku tersengat listrik hingga mengalami luka bakar pada bagian wajah dan kaki.

Manager PLN Rayon Inderalaya Adithiajaya Maulana didampingi Staf Teknis Muhammad Wahyudi mengatakan akibat ulah pelaku pihaknya mengalami kerugian Rp15 juta, belum termasuk kerugian energi listrik, pengaduan pelanggan dan sebagainya.

Baca:  Tak Dikasih Uang Keamanan, Nekat Rampas Kunci Alat Berat

Bahkan sepanjang 2017, PLN Rayon Inderalaya sudah tujuh kali menjadi korban pencurian kabel trafo, seperti di simpang Jalan Tol Palindra Inderalaya, dua kali di areal PT Bunga Mulia Indah KTM Rambutan, Boster Serdang Gelumbang, Talang Taling Gelumbang, Desa Palemraya dan Desa Pulau Semambu.

“Kalau pencuri kabel pastinya sudah paham dengan arus listrik. Kabel tembaga biasanya dijual di pasar gelap Rp60.000 per kg. Rata-rata total kabel PLN di gardu 144 meter,” katanya, Kamis (4/1).

Baca:  Warung Disatroni, Rombongan Aibon Dipolisikan

Dirinya mengimbau, kepada masyarakat untuk menghubungi call center 0711123 jika menemukan aksi mencurigakan. “Setelah ditemukan, oleh aparat kepolisian, pelaku sempat dibawa ke Puskesmas Timbangan,” ujar Wahyudi.

Terpisah, Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan aksi pencurian tersebut dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. # hen