Home / Headline / Selama 2017, Kasus Narkotika Di Sumsel Menurun

Selama 2017, Kasus Narkotika Di Sumsel Menurun

BP/DUDY OSKANDAR
Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Drs Anthoni Hutabarat saat press realease di ruang rapat Kantor BNNP Sumsel, Rabu (27/12).

Palembang, BP

Sepanjang tahun 2017, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) dan BNN kabupaten kota di Sumsel telah melakukan ungkap kasus tindak pidana narkotika sebanyak 39 kasus dengan jumlah tersangka sekitar 70 orang. Meliputi, bandar, pengedar dan pemakai dari beberapa lokasi di Sumsel.
Dibandingkan tahun 2016 terjadi penurunan kasus tindak pidana narkotika dimana tahun 2016 sebanyak 46 kasus.
Sedangkan pada tahun 2017, BNNP Sumsel dan BNN Kab/ Kota jajaran dengan anggaran yang ada telah merehabilitasi penyalah guna narkotika sebanyak 997 orang dimana terjadi kenaikan di bandingkan tahun 2016.
“Kasus terbanyak sebanyak 330 ada di Palembang.Kalau bandar yang diamankan dan sudah disidang kurang dari 10 orang. Sisanya merupakan pengedar dan pemakai,” kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Drs Anthoni Hutabarat saat press realease di ruang rapat Kantor BNNP Sumsel, Rabu (27/12).
Dari pengungkapkan kasus tersebut, turut diamankan setidaknya, 1.027 batang ganja dan 3.444,04 ganja kering, ekstasi 3,26 gram serta sabu-sabu 4.621,16 gram.
“Sumsel ini hanya menjadi daerah transit saja. Karena dari hasil pengembangan kasus, narkoba tadi tidak ada satupun yang diproduksi di Sumsel. Apalagi Sumsel tidak ada pabrik narkoba namun untuk ladang ganja ada di Kabupaten Empat Lawang atau sebanyak tiga kami memusnahkan ladang ganja di Kabupaten Empat Lawang.
Sedangkan untuk sistem masuk ini ke Sumsel, diakuinya melalui jalur darat dan udara. Khusus untuk jalur udara, kebanyakan merupakan warga negara asing (WNA) dari Malaysia. Sedangkan untuk jalur darat, yakni dari Medan, Jambi, Sumsel dengan tujuan akhir Pulau Bali. Selain itu, dikirim dari Aceh menuju ke Jakarta dengan terlebih dahulu menginap di Sumsel. “ Walaupun jalur perairan belum kita temukan, tapi pengawasan tetap gencar dilakukan,” katanya.
Selain itu selama tahun 2017, BNNP Sumsel telah melaksanakan 5 (lima) kali Operasi Bersinar sebagai upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika hingga akar-akarnya.
Dijelaskannya, langkah tegas yang diambil pihaknya tersebut tidak lain untuk memutus mata rantai peredaran narkoba dengan cara melakukan penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba tadi. “ Penanganan penyalahgunaan narkoba dalam aspek demand reduction harus diimbangi dengan penegakan hukum dalam rangka suply reduction,” ulasnya.
Selain melakukan upaya penegakan hukum, pihaknya juga melakukan upaya preventif ke masyarakat terutama di daerah yang rawan peredaran narkotikanya. Baik melalui sosialisasi, dengan sistem diseminasi informasi melalui media konvensional, media cetak, penyiaran dan media online dengan total peserta sebanyak 52.885 orang.
Sedangkan untuk menekan penyalahgunaan dan ketergantungan akan narkoba, pihaknya juga melakukan rehabilitasi terhadap 997 orang se-Sumsel. Baik melalui lembaga resmi pemerintah seperti rumah sakit ataupun yayasan yang memang konsen dalam hal pendampingan korban penyalahgunaan narkoba. Sementara itu, yang sudah menjalani proses pascarehabilitasi, akan diberikan pembinaan dengan keterampilan yang bersifat vaksional.
“Total ada 327 orang yang sudah masuk tahapan pascarehabilitasi. Mereka ini akan diberikan keterampilan. Diharapkan, mereka ini akan kembali hidup di masyarakat secara produktif dan dapat berfungsi secara sosial,” ungkapnya didampingi jajaran petinggi BNNP Sumsel.
Di samping itu, untuk mendata dan mengetahui jumlah korban penyalahgunaan narkoba, pihaknya juga melakukan tes urine terhadap 6.873 orang berasal dari dunia usaha 1.148 orang, pemerintah 2.800 orang, masyarakat 68 orang dan pendidikan 2.857 orang. “ Kebanyakan pelaku dan korban penyalahgunaan narkoba ini usia produktif antara 35-40 tahun. Tapi kalangan muda juga banyak dan menunjukkan peningkatan,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Bamsoet: Optimalisasi SDM Melalui Peningkatan Literasi Teknologi Menjadi Kunci Utama

Diskusi ‘Mengoptimalkan SDM di Tengah Pandemi Covid-19’ Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyoroti tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) ...