Home / Headline / Makam Bersejarah Dijadikan Kandang Ayam Hingga Toilet

Makam Bersejarah Dijadikan Kandang Ayam Hingga Toilet

BP/DUDY OSKANDAR
ZIARAH-Komunitas Ziarah Palembang melakukan ziarah ke-15 situs makam bersejarah, Senin (25/12).

Kondisi situs makam bersejarah di Palembang sungguh memprihatinkan. Ada yang dibuat kandang ayam dan bahkan didirikan toilet di atas makam.

KOMUNITAS Pecinta Ziarah Palembang Melakukan melakukan ziarah ke-15 situs makam bersejarah di Palembang, Senin (25/12), bertempat di kediaman Ustadz Muhammad Solihin Helmi di Lorong Sehat, Kelurahan 13 Ulu, tepatnya di depan Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Riyadh.
Sebanyak 11 anggota komunitas hadir dalam ziarah tersebut di antaranya, Muhamad Setiawan , Cek Dayat, Ustadz Sholihin, Cek Baim, Cek Rendy, Cek Adi, Cek Ayik, Cek Ilyas, Cek Derry, Cek Nasrul, dan Cek Diky. Adapun 15 situs makam bersejarah yang dikunjungi adalah Ungkonan Gubah Datuk Temenggung Mgs Ustman, Makam Habib Soleh,Ungkonan Gubah Habib Ahmad, Makam Habib Muhammad, Makam Syekh Kgs Abdullah, Makam Syekhoh Nyayu Aisah, Makam Kramat Tuo, Makam Datuk Kayo, Ungkonan Gubah Syekh Bustam, makam tua di Lorong Sadar 8 Ulu, Ungkonan Gubah Kerabat Kesultanan (1,2 dan 3), Ungkonan Makam Kramat Kyai Majid, dan Ungkonan Gubah Makam para Atok.
“Setelah melakukan ziarah kami mengajak semua elemen masyarakat untuk selalu melestarikan situs makam bersejarah yang penuh dengan khazanah keilmuan Islam di Palembang,” kata anggota komunitas Muhammad Setiawan.

BP/DUDY OSKANDAR
ZIARAH-Komunitas Ziarah Palembang melakukan ziarah ke-15 situs makam bersejarah, Senin (25/12).

Menurutnya, dari ziarah itu terlihat beberapa makam dalam kondisi tidak terawatt seperti Makam Datuk Temenggung penuh dengan semak belukar dan harus segera dibersihkan. Selain itu, belum ada penutup gubah dan rata-rata nisan semuanya terbuat dari kayu dan belum ada pagar dan plang nama.
“Ini semua harus diselamatkan. Untuk Makam Habib Soleh Al-Aidrus sudah seperti yang kita harapkan namun hanya plang nama dan penutup gubah yang belum ada. Sementara untuk makam dengan nisan tipe Aceh perlu pagar dan plang nama serta penutup gubah, serta penelitian lebih lanjut mengenai siapa tokoh yang dimakamkan tersebut,” jelasnya.
Selanjutnya, untuk kelima ungkonan di Lorong Sadar 8 Ulu , yaitu mulai nomor 10 sampai nomor 14 , seluruh Kompleks Pekuburan tersebut sangat menyedihkan dan memprihatinkan. Mirisnya, kelima ungkonan tersebut sangat tidak terurus, bahkan nisan dan pedapuran makam yang penuh dengan nilai arkeologi dicabuti, dijual, ditimpa dengan tanah, serta tidak rapi.
“Ungkonan itu pun dijadikan bukan layaknya sebuah makam leluhur yang berharga, bahkan ada yang makamnya ditimpakan dengan semen, dididirikan bangunan bedengan, dibuat kandang ayam di atasnya, bahkan didirikan toilet di atasnya. Kita harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar bahwa ini adalah situs penting Kesultanan Palembang Darussalam yang harus dijaga. Kemudian harus ada penertiban untuk menyelamatkan situs ini. Terakhir kita restorasi seluruh ungkonan ini secara bersama-sama,” pungkasnya.#Dudy Oskandar

x

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Ajak Mahasiswa KOSGORO Terapkan Semangat Solidaritas

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, hasil survey Lembaga Riset CESPELS (Center for Social, Political, Economic and Law ...