Kembali Berulah, Residivis Didor Aparat

11

Tersangka Reto menjalani pemeriksaan di Mapolresta Palembang, Rabu (27/12).BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Terlibat aksi pencurian sepeda motor, Reto (47) yang sudah dua kali mendekam di Rutan Pakjo Palembang kembali ditangkap.

      Bahkan karena berusaha melawan untuk melarikan diri, warga Jalan TKR Abdul Kadir, Lorong Nostalgia, Kecamatan Gandus ini terpaksa dihadiahi dengan timah panas di kedua kakinya, Rabu (27/12) dinihari.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Ranmor Iptu Mardanus mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan korban Mamat, warga Lorong Haji Busin Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus.

Baca:  Bobol Rumah Majikan, Tiga Pegawai Cucian Mobil Ditembak

Kemudian saat dilakukan penyelidikan, petugas melihat pelaku sedang melintas dengan mengendarai sepeda motor di kawasan Taman Purbakala Gandus.

“Tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas yang terukur karena berusaha kabur dan dianggap membahayakan petugas,” ujar Mardanus.

Dalam penangkapan tersebut, Mardanus menambahkan, pihaknya juga mengamankan bukti satu buah kunci T, satu buah kunci 10, satu buah linggis dan satu buah kunci 17 yang diduga dipakai untuk melakukan pencurian.

Baca:  Melawan, Pelaku Curat Ditembak

“Untuk saat ini barang bukti sepeda motor Honda Revo milik korban yang dicuri pelaku masih dalam pencarian dan anggota juga sedang memburu rekan-rekan tersangka,” tambahnya.

Serta atas perbuatan tersebut, tersangka Reto akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Sementara itu tersangka Reto mengaku telah mencuri sepeda motor milik korban Mamat yang merupakan kenalannya tersebut dan saat melancarkan aksi itu ia bersama IM dan UJ (DPO).

Baca:  Kawanan Perampok Gasak Material Bangunan Senilai Ratusan Juta Ditembak

“Saya yang maling motornya di gudang rumah Mamat pakai kunci T. IM dan UJ mengawasi situasi. Motor itu kami jual di Karang Anyar Rp3 juta, uangnya sudah habis kami bagi tiga,” jelas residivis kasus penganiayaan dan pencurian ini. #idz