Home / Bisnis / Kemana Walikotaku?, Ruang Terbuka Hijau Dipenuhi Iklan Rokok

Kemana Walikotaku?, Ruang Terbuka Hijau Dipenuhi Iklan Rokok

Kawasan Kambang Iwak Park yang diklaim sebagai ruang terbuka hijau, yang dipenuhi iklan rokok.

Palembang, BP

Kambang Iwak Park adalah salah satu ruang terbuka hijau yang masih eksis dikunjungi masyarakat Kota Palembang. Selain keberadaannya masih di tengah kota, kawasan ini juga dijadikan kawasan masyarakat melakukan aktivitas olahraga, karena udaranya yang dianggap masih bersih.

Namun, sadarkah kita bahwa di kawasan ini didominasi oleh iklan rokok berupa spanduk, banner, bahkan bilboard dan videotron. Pada satu sisi kawasan ini mengajak hidup sehat, namun di sisi lain kawasan ini juga memproklamirkan tentang promosi rokok.

Demikian komentar warga sekitar yang sering lari pagi di kawasan ini. “Iya padahal dekat dengan rumah dinas Walikota dan Wakil Walikota, pastinya juga sering melintas di sini, mungkin ada kepentingan PAD atau bisnis, entahlah,” kata Yusuf (45).

Kawasan Kambang Iwak Park yang diklaim sebagai ruang terbuka hijau, yang dipenuhi iklan rokok.

Tidak hanya Yusuf, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Palembang, Ahmad (36) merasakan hal yang sama, terlebih kepada kebijakan Kepala Daerah. Kalau masyarakat tentunya ingin ruang terbuka hijau harus nyaman tidak hanya secara tempat, namun juga suasana dan kaidahnya.

“Selayaknya tidak ada iklan rokok di sini, alangkah baiknya jika dipajang imbauan hidup sehat. Kalau demi PAD, saya rasa ini miris sekali, kota itu tidak hanya dibangun gedung, tapi etika masyarakatnya juga dibangun, agar cerdas cerdas, dan tidak bergantung pada bantuan materil pemerintah,” katanya.

Demikan dikatakan salah satu pekerja sawata di Palembang Yulistriadi (40). Menurutnya di Palembang kini ruang terbuka hijau telah tersingkir akibat pembangunan gedung-gedung. Ruang terbuka hijau yang ideal di sebuah kota adalah 30 % dari luas wilayah.

“Kemana Walikota kita?, kalau sibuk blusukan mencari popularitas, bagaimana dengan masyakat kita ini, sampai kapan masyarakat harus dijejali bantuan gratis, sembako gratis, umroh gratis, yang semuanya itu uang negara, masyarakat harus cerdas dulu baru sejahtera,” cetus Yulistriadi.

Terkait keluhan ini, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Palembang Amiruddin Sandi masih akan mengkoordinasikan dengan SKPD terkait. “Nanti saya coba koordinasi dengan SKPD terkait,” singkat dia. #ren

 

x

Jangan Lewatkan

Ekonomi Sumbagsel Bergeliat, Konsumsi BBM Berkualitas Kembali Normal

Palembang BP–Konsumsi Bahan Bakar Minyak Berkualitas (BBK) Non Subsidi baik jenis Gasoline maupun Gasoil di wilayah Sumbagsel perlahan bergeliat. PT ...