Home / Headline / Bunuh Pengumpul Minyak Karena Kesal Dipermalukan dan Diejek

Bunuh Pengumpul Minyak Karena Kesal Dipermalukan dan Diejek

Tersangka Taupik memperagakan aksi penusukan yang menewaskan korban Adi Wijaya dalam rekonstruksi di halaman Mapolresta Palembang, Rabu (27/12).BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Penusukan yang menewaskan Adi Wijaya (16) oleh Taupik (16) karena tersangka merasa kesal dipermalukan dan diejek korban.

Semua itu terungkap setelah Unit Pidana Umum Satreskrim Polresta Palembang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pengumpul minyak tumpah dari mobil Pertamina, Rabu (27/12).

Rekonstruksi dengan 19 adegan di halaman Mapolresta Palembang itu langsung diperankan oleh tersangka Taupik yang merupakan warga Jalan Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam adegan pertama, korban Adi mendekati Taupik sambil berkata dengan nada marah karena tersangka mengambil minyak tumpahan dari mobil yang biasa diambil oleh korban.

Kemudian pada adegan kedua, korban mengambil ember tersangka yang berisi minyak dan hal itu membuat tersangka marah karena ember nya diambil, kemudian korban memukul kepada tersangka.

Hingga akhirnya membuat amarah Taupik tak terbendung, pada adegan kelima tersebut Taupik menyuruh korban yang tak lain adalah teman kecilnya itu menunggu seraya membawa ember berisi minyak menuju warung milik orangtuanya.

Saat tersangka meletakkan ember di samping warung ibunya, korban menendang ember tersangka. Karena kesal oleh perlakukan korban, membuat Taupik lebih marah. Lalu pada adegan kedelapan, tersangka mengambil pisau dari selipan pintu warung dan mendekati korban.

Pada adegan ke-10 tersangka menusuk pundak kanan dan leher korban. Hingga membuat korban Adi terkapar bersimbah darah.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Azwan mengatakan, rekonstruksi ini digelar untuk mengetahui peristiwa sebenarnya guna mencari titik terang kejadian tersebut.

“Serta untuk melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan ke kejaksaan dan dihadapkan ke pengadilan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa berdarah itu terjadi saat korban dan pelaku sama-sama berada di Jalan KI Marogan, Kecamatan Kertapati, pada 21 Desember lalu.

Seperti biasa keduanya merupakan pengumpul minyak tumpah dari tangki mobil-mobil Pertamina yang akan masuk ke kawasan tersebut. # idz

 

x

Jangan Lewatkan

SMK Tamansiswa 1 Palembang Gelar Sosialisasi Pendampingan COE

Palembang, BP Dalam rangka memperbesar peluang kerja lulusan SMK Tamansiswa 1 Palembang, Selama 2 hari (29-30 Oktober 2020) dilakukan kegiatan ...