Home / Headline / Tikam Perut Adik Dengan Parang

Tikam Perut Adik Dengan Parang

Septia Firmansyah, pelaku penganiayaan diamankan di Polsek Tanjung Agung.BP/NURUL

Muaraenim, BP–Berselisih paham setelah tak memberi uang, Septia Firmansyah alias Maman (45) menikam perut adiknya, M Pelli Fadli (30) dengan parang.

Pertikaian dua saudara kandung ini terjadi di sebuah pondok dalam area kebun pelaku di Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Muaraenim, 25 November lalu.

Kini atas perbuatan tersebut tersangka Septia Firmansyah harus meringkuk di sel tahanan Polsek PolsekTanjung Agung, setelah ditangkap aparat kepolisian setempat, Kamis (21/12).

Peristiwa itu berawal saat korban menemui pelaku dan menyampaikan niat untuk meminta uang kepada pelaku. Karena sang kakak sedang tidak memiliki uang, maka keinginan korban pun tidak dipenuhi.

Karena tak mendapat apa yang ia minta, korban pun marah-marah dengan pelaku dan keduanya terlibat adu mulut. Pelaku yang sudah tersulut emosi turun dari pondok dengan membawa sebilah parang langsung mengayunkan ke arah dada korban hingga mengalami luka lecet.

Merasa keselamatan nya terancam, korban langsung melarikan diri. Namun naas korban terjatuh dan saat itulah pelaku menusuk bagian perut korban sebanyak dua liang hingga korban bersimbah darah dan pelaku langsung kabur.

Beruntung saat kejadian ada saksi yang melihat korban dianiaya pelaku. Sehingga korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjung Agung untuk mendapat penanganan medis.

Korban yang tidak terima dianiaya sang kakak melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tanjung Agung. Atas pengaduan tersebut, aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

Bersama tersangka, anggota Unit Reskrim Polsek Tanjung Agung juga mengamankan barang bukti sebilah parang yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban.

“Saat ini tersangka dan barang bukti sebilah parang telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasubag Humas AKP Arsyad melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Tamimi.

Atas perbuatan tersebut, Tamimi menambahkan, tersangka akan dijerat Pasal 351 KHUP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.#nur

x

Jangan Lewatkan

Penyebaran Covid Semakin Hari Semakin Meningkat, DPRD Sumsel Inisiatif Ajukan Raperda

Palembang, BP Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel berinisiatif mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang bertitik tumpu pada peningkatan disiplin ...