Home / Headline / Asal Mula Nama Ubi Kayu

Asal Mula Nama Ubi Kayu

BP/IST
Ubi Kayu

(Kisah Pangeran Prabu Menggala Umar)

Semua orang pasti mengenal jenis tumbuhan menjalar atau berupa umbian yang besar mengandung zat tepung, dan pada umumnya menjadi panganan yang cukup familiar, ekonomis dan merakyat.
Ya, tumbuhan ini namanya Ubi. Jenis umbi-umbian ada beberapa macam, di antaranya: Ubi Menggala (ubi kayu), talas, ketela, keladi, jalar, ubi selo, dan lain-lain.
Nama ilmiahnya “Manihot esculenta” alias Singkong. Selain mengandung karbohidrat, ubi juga banyak sekali manfaat dan kegunaannya, antara lain: bisa menjadi makanan pokok, dapat dijadikan tepung tapioka, menjadi bahan adonan berbagai macam jenis makanan, daunnya dapat dibuat sayur atau lalap, dan lain-lain.
Zaman dahulu di Palembang, Ubi Menggala dikenal dengan Ubi Kayu. Karena sesuatu hal, ubi ini berobah nama. Apa sebabnya ?
Menurut pengamat sejarah Kesultanan Palembang Darussalam, Kms.H. Andi Syarifuddin dalam naskah Palembang dikisahkan, (seperti diungkap oleh M.O. Woelders, 1975) sebagai berikut:
Pada th 1818, Susuhunan Sultan Mahmud Badaruddin mengutus anaknya Pangeran Umar pergi ke Markas Besar Inggris di Benggala-India, untuk mengurus dan meminta penyerahan kembali seluruh harta benda milik Kesultanan Palembang serta harta pribadi Sultan Mahmud Badaruddin yang pernah dirampas dan diangkut oleh Inggris dari Palembang (1812).
“Harta kekayaan Kesultanan dijarah dan dibawa pada waktu itu nilainya ada sebesar 100 juta Dolar, yang tersimpan di ruangan perbendaharaan istana di bawah tanah keraton Palembang, terdiri dari berbagai mata uang asing, harta pusaka, peti-peti uang emas, bokor-bokor berisi berlian, intan, zamrud, mirah dan perhiasan lainnya. Juga termasuk surat-surat kontrak , aneka jenis senjata-senjata, lukisan minyak dari beberapa abad yg laloe, dan lain-lain,” katanya, Minggu (24/12).
Menurutnya Pangeran Umar kemudian berangkat dengan pengawalnya disertai pula dengan surat resmi.
Setelah Pangeran Umar pergi ke Benggala beberapa lama, ia berhasil membawa pulang kembali semua harta benda kekayaan ayahandanya ke Palembang.
Atas jasa dan keberhasilannya dalam misi ini, ia dianugrahi gelar kehormatan dan dinaikkan kedudukannya menjadi Pangeran Prabu Menggala Umar.
Oleh karenanya, ubi menggala dilarang disebut ubi menggala. Sejak saat itu ubi menggala namanya diganti menjadi Ubi Kayu, untuk menghormati Pangeran Umar dari Menggala.

Sebagaimana diketahui, Pangeran Prabu Menggala Umar adalah anak Susuhunan Sultan Mahmud Badaruddin. Ibunya bernama Masayu Ratu Ilir (w. 1869 di Mentok). Putra sulung dari 9 bersaudara kandung. Pangeran Prabu Menggala Umar lahir di Palembang, dan wafat dalam pengasingan di Timor Kupang.
Dari hal ubi ini, sering kita dengar sebuah pepatah: “Ada ubi ada talas” = Ada budi ada balas. Yang maksudnya Barangsiapa yang berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yang setimpal.#osk

x

Jangan Lewatkan

Fraksi Partai Golkar DPRD Sumsel Soroti Alokasi  Dana Bantuan Daerah Yang Fokus Di Daerah Tertentu

Palembang, BP DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat paripurna XXII dengan agenda tanggapan Fraksi-Fraksi di DPRD Sumsel terkait pembahasan ...