Home / Headline / Pembatasan Jumlah Kuota Taksi Online Rugikan Ribuan Driver Taksi Online

Pembatasan Jumlah Kuota Taksi Online Rugikan Ribuan Driver Taksi Online

BP/IST
Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Yoyon

Palembang, BP

Ribuan driver taksi online terancam nganggur akibat kebijakan pembatasan jumlah kuota taksi online di Sumsel sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Sumsel tentang taksi online.

Ketua DPD Asoiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Yoyon mengatakan,pihaknya merasa keberatan dengan Pergub Sumsel tentang taksi online tersebut, terutama pada aturan pembatasan jumlah kuota taksi online di Sumsel
Menurutnya, kalau sekarang ini yang sudah terdata sebanyak 1.300 sudah mendaftar di ADO, kemudian kawan-kawan yang belum itu masih terus mendaftar. Kalau untuk selayaknya kouta itu sebanyak 2.500 driver, jadi masih kurang.
Yoyon menjelaskan, dalam Pergub tersebut disebutkan jumlah kuota taksi online dibatasi 1.700 taksi online yang terbagi di lima zona di wilayah Sumsel. Yaitu zona I meliputi Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir. Kemudian, zona II Ogan Komering Ilir (OKI), Prabumulih, Muara Enim, dan PALI. Lalu, zona III Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, dan OKU Timur.
Sementara zona IV meliputi Musi Banyuasin, Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara. Kemudian zona V yaitu Lahat Pagaralam, dan Empat Lawang.
Dia mencontohkan, untuk wilayah satu yang terdiri atas Kota Palembang, Ogan Ilir dan Banyuasin hanya dapat 1.000 kouta, lalu bagaimana nasib diver online yang tidak bisa diakomodir untuk mendapatkan kouta.
“Pergub ini akan ditetapkan 1 Januari, isinya mengatur jumlah pembatasan kuota, pembagian zona atau wilayah. Untuk wilayah kami di zona I hanya dibatasi 1.000 unit taksi online sisanya dibagi di empat zona. Dan kami keberatan, bagaimana nasib rekan-rekan driver online yang lainnya yang tak bisa diakomodir,” kata Yoyon usai pelantikan pengurus DPD ADO Sumsel, DPC ADO Kota Palembang, Banyuasin dan Ogan Ilir di Palembang di aula lantai III DPRD Sumsel, Kamis (21/12).
Bagi mereka sebagai driver online yakin pembatasan kouta ini tidak akan membuat surut mereka dan terus akan berjuang
“Kita ingin semuanya diakomodir yang ada sekarang, karena kasihan dengan nasib kawan-kawan sopir lainnya. Sekarang ini sopir yang sudah ada itu sekitar 2.500 orang,” ujarnya.
Kouta yang 1.000 kouta itu hanya untuk roda empat saja, sedangkan kendaraan yang roda dua belum diatur.
“Kita akan perjuangkan bagi mereka yang tidak mendapatkan kouta sehingga mereka dapat beroperasi,” katanya
Selain pembatasan kuota. Pergub taksi online juga akan mengatur penandaan stiker.
“Jadi akan ada penandaan stiker, STNK nya ada nama perusahaan, kedua atas nama koperasi. artinya driver punya dua pilihan itu,” katanya.
Dikatakannya, pihak Dinas Perhubungan juga akan melakukan penindakan melalui razia untuk mengecek taksi online yang beroperasi di Sumsel. #osk

x

Jangan Lewatkan

Tiga Pelaku Pembacokan Dua Mahasiswa Di Kambang Iwak ditangkap

Palembang, BP Unit IV Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) pimpinan Kompol Zainuri menangkap ...