Home / Olahraga / Delapan Daerah Belajar ke KONI Palembang

Delapan Daerah Belajar ke KONI Palembang

KUNJUNGAN: Rombongan KONI Kota Semarang saat melakukan kunjungan Studi Banding ke KONI Kota Palembang, Rabu (20/12)

Palembang, BP— Sejak dinobatkan sebagai host city Asian Games 2018, Bumi Sriwijaya terus disorot mata dunia lebih-lebih daerah nusantara. Bahkan, sepanjang 2017 KONI Palembang telah mendapat kunjungan 8 daerah nusantara untuk melihat dan belajar resep pencapaian kelengkapan venue berstandar Internasional.
Terakhir, rombongan KONI Kota Semarang yang melakukan studi banding yang juga diikuti oleh Dispora Kota Semarang tentang akselerasi pencapaian Palembang sebagai Kota Metropolitan yang bolak-balik menjadi tuan rumah multievent Internasional.
Mulai dari SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games, ASEAN University Games dan Asian Games 2018 tahun depan.
“Ya, ini adalah kali ke delapan KONI Palembang mendapat kunjungan, dan paling jauh kemarin ada dari Kalimantan dan kali ini menyambut dari Semarang,” ujar Ketua Umum KONI Palembang Suparman Romans didampingi Ketua Harian, Sekretaris Umum,  Wakil dan para Kabid saat menyambut rombongan dari KONI dan Dispora Semarang, Rabu (20/12).
Turut hadir dalam rombongan Sekretaris Umum KONI Semarang, Yuswo Supatmo dan Kadispora Semaranh Gurun Risyad Moko, Wakil Sekum KONI Semarang Setiyo Budi.
Lanjut Suparman bahwa secara sarana prasarana Palembang memang memiliki kelengkapan venue berstandar Internasional yang terpusat di pusat Kota di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Percepatan venue ini menjadi semangat dan motivasi daerah-daerah lain yang belum memiliki venue tersebut.
Kendati demikian, dalam hal prestasi atlet Suparman mengaku Palembang masih perlu banyak menimba ilmu dari KONI yang ada di Pulau Jawa termasuk Semarang. Apalagi, setelah PON Jawa Barat 2016 lalu Sumsel terperosok diurutan ke 21.
“Tapi secara kabupaten/kota, Palembang mencapai rekor 10 kali juara umum pada ajang multievent Porprov dari XI kali kompetisi Porprov,”jelasnya.
Sementara itu dikatakan oleh Sekretaris Umum KONI Semarang, Yuswo Supatmo bahwa diakui sampai saat ini pihaknya belum memiliki sekretariat tetap. Namun, dalam pembinaan membawahi 52 cabang olahraga dan beberapa cabor yang belum disahkan tapi sudah mengajukan.
“Nah, untuk sekretariat kami sering berpindah-pindah. Belum lagi, venue kita hanya seadanya tidak seperti Palembang. Sarana dan prasarana memang bukan penunjang preatasi atlet, tapi  kalau sarana dan prasarana tidak memadai bagaimana akan mendukung preatasi. Jadi, atlet akan canggung,”terangnya.
Kendati demikian, secara anggaran KONI Kota Semarang melesat jauh dibanding Palembang. Jika KONI Palembang hanya mencapai Rp1,7 miliar dari APBD induk, KONI Semarang mencapai 7,5 miliar ditahun 2015 dan Rp12 miliar di tahun 2016.
“Dan tahun depan, kita akan menggelar Porprov sehingga kita mendapatkan anggaran Rp22 miliar,”pungkasnya. #sug
x

Jangan Lewatkan

Kenalkan Olahraga Disabilitas ke Masyarakat, NPCI Sumsel Gelar Laga Persahabatan Bersama Kapolda

Palembang, BP–Sebagai langkah untuk sosialisasi ajang Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) OKU 2021, Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) Papua 2021 dan ASEAN ...