Home / Palembang / Angka Kelahiran di Sumsel Menurun

Angka Kelahiran di Sumsel Menurun

Palembang, BP
Angka kelahiran bayi atau Total Fertility Rate/TFR tahun 2017 turun dari 2,8 menjadi 2,6 persen. Itu artinya, angka kelahiran di Sumsel yang nyaris mencapai tiga kelahiran bayi turun. Perwakilan BKKBN Sumsel ingin angka kelahiran mencapai 2 (dua anak).
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan KB Nasional (BKKBN) Sumsel Drs Waspi, Selasa (19/12).
Dijelaskannya, turunnya angka kelahiran di Sumsel ini berdasarkan dari survey SDKI beberapa waktu lalu. Dalam menurunkan angka kelahiran ini butuh kerja keras, bahkan untuk menurunkan satu angka saja membutuhkan setidaknya 1,5 tahun.
Waspi juga menyebut, Sumsel juga tercatat sebagai penyumbang KB aktif yang cukup tinggi sampai pada angka 6,6 persen.
“Tapi kita masih kurang maksimal dalam peserta KB yang belum terlayani,” ujarnya.
Sumsel masih berkutat pada 12 persen. Angka ini tidak mengalami perubahan, karena mereka yang berusia 45 tahun ke atas kerap meninggalkan alat kontrasepi.
Masyarakat berpikiran jika mereka tidak berada dalam masa subur lagi, sehingga mulai meninggalkan alat kontrasepsi. Padahal, dalam usia itu masih produktif dan masih memungkinkan untuk melahirkan bayi.
“Menikah muda juga masih ada, pada tahun depan sosialisasi akan lebih gencar lagi,” ucapnya.
Dari survey yang ada, seribu kelahiran berasal dari usia muda. Hal itu membuktikan jika menikah muda masih terjadi.
Sementara saat disinggung soal kampung KB di Sumsel, Waspi menjelaskan, jika pada tahun 2017 pihaknya menargetkan terbentuk 231 kampung KB di kecamatan di Sumsel.
“Jadi target kita membentuk kampung KB sudah tercapai 92 persen,” ucapnya. #zal
x

Jangan Lewatkan

Terpilih Sebagai Ketua Umum PPM Sumsel, Gerry Iskandar: Kita Siap Menjadi Pilar Penjaga NKRI

Palembang, BP–Musyawarah Daerah Vlll Pemuda Panca Marga(PPM)Provinsi Sumatera Selatan Periode 2020 – 2025 dilaksanakan di Gedung Legiun Veteran, Sabtu(7/11/202).. Dengan ...