Home / Headline / Densus 88 Masih Buru Buronan Terduga Teroris di Sumsel

Densus 88 Masih Buru Buronan Terduga Teroris di Sumsel

FOTO: TRIBUNNEWS

Palembang, BP–Penangkapan terhadap sembilan tersangka dan tiga terduga teroris di Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim, Minggu (10/12) lalu,  bukan akhir dari sel teroris komplotan Solihin Cs. Densus 88 Antiteror belum meninggalkan Bumi Sriwijaya karena masih memburu beberapa orang terduga teroris yang masih buron.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara berujar, saat penangkapan yang dilakukan di markas Solihin Cs di Desa Lubai Ulu, beberapa orang terduga teroris mengendus keberadaan Densus 88 sesaat sebelum penggrebekan sehingga berhasil melarikan diri.
“Saat penangkapan beberapa orang terduga teroris berhasil melarikan diri. Oleh karena itu, Solihin sebagai pimpinan jaringan teroris di Sumsel terus kami interograsi tanpa henti sampai sekarang sejak ditangkap Minggu lalu,” ujarnya, Jumat (15/12).
Zulkarnain mengungkapkan, lokasi markas teroris berkedok pondok pesantren yang dibangun Solihin berjarak 17 kilometer dari jalan utama dan berada di kawasan hutan. Sehingga bagi orang yang tidak biasa tinggal di kawasan tersebut, sulit untuk mencari orang yang melarikan diri ke pedalaman.
“Kelompok ini satu jaringan dengan Jemaah Ansharut Khilafah (JAK) yang ada di Riau, yang digrebek Densus sehari setelah penggrebekan di Sumsel. Asalnya mereka, khususnya Solihin, ikut jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), namun pergerakannya dirasa kurang ‘greget’, makanya mereka beralih ke JAK yang masih berafiliasi dengan ISIS. Pergerakannya sama seperti ISIS,” terang jenderal bintang dua ini.
Solihin diketahui merupakan buronan teroris yang telah lama diburu Densus 88. Seelah kamp pelatihan teroris di Poso diungkap polisi, Solihin kemudian mencari suaka ke Sumsel dan mendirikan kamp pelatihan di Sumsel di Jalan SP 1, Trans Barito, Desa Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim sejak enam bulan yang lalu.
Solihin merupakan salah satu anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK) yang telah berbaiat kepada jaringan teroris Negara Islam Irak Suriah (ISIS).
Komplotan Solihin masih satu kelompok dengan jaringan teroris di wilayah Pulau Sumatera lainnya seperti di Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Barat.
Zulkarnain berujar, markas komplotan Solihin di Desa Lubai Persada tersebut terhitung masih muda dan masih dalam tahap pembangunan. Bahkan sesaat sebelum penggerebekan oleh Densus 88, Solihin tengah melakukan transaksi jual beli tanah dengan warga setempat untuk memperluas markas yang dikamuflasekan sebagai pondok pesantren tersebut.
Mantan Kapolda Riau ini pun berujar, Densus 88 masih mengembangkan pemeriksaan terhadap Solihin mengenai keterlibatannya  dalam aksi teror yang telah terjadi di wilayah lainnya di Indonesia. #idz
x

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Minta Pemerintah Korea Selatan Berikan Perhatian Khusus Kepada WNI Penderita Corona

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melalui Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan meminta pemerintah Korea Selatan memberikan perhatian khusus terhadap ...