Home / Headline / Pilgub Sumsel 2018, Posisi PDIP Dan Golkar Kuat

Pilgub Sumsel 2018, Posisi PDIP Dan Golkar Kuat

BP/DUDY OSKANDAR
Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kholil Pasaribu

Palembang, BP

Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kholil Pasaribu melihat pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2018 melihat posisi PDIP dan Golkar adalah gabungan partai yang kuat dan legasi penguasa masa lalu juga punya kekuasaan yang kuat.
“Kalau kita lihat secara politik kekuatan mereka ini imbang , jadi kalau dengan kekuatan politik seperti ini , itu harusnya penyelenggara pemilu baik KPU dan Bawaslu harus terbuka, karena dengan keterbukaan potensi pelanggaran dan kecurangan bisa di atasi,” katanya usai menjadi pemateri di acara sosialisasi tahapan pemilihan Gubernur Sumsel dan Wakil Gubernur Sumsel tahun 2018 dan sosialisasi tahapan pemilihan umum tahun 2019 dan Memorandum Of Understanding (Mou) dengan sejumlah stekholder, di aula lantai II Gedung KPU Sumsel di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang Rabu (13/12).
Di pemilu 2017 lalu, menurutnya, jika dilihat sepintas semuanya berfokus di Pilkada Jakarta yang mengangkat isu rasial terkait dengan identitas.
“Saya pikir undang-undang kita tidak melarang menggunakan isu sara tetapi undang-undang kita melarang serangan kepada sara dan masyarakat pemilih harus menyadari kalau memilih berdasarkan satu identitas saja itu tidak menjamin pemimpinnya itu bisa membangun daerahnya, faktor milih itu khan komplek , dia bisa memilih dari banyak hal, jadi kalau sekadar identitas saja itu sangat merugikan pemilih, sebaiknya pemikir kita memilih lebih progrmatik, sah saja dengan identitas , tapi kalau identitas sama tetapi programnya jelek , buat apa di pilih , toh identitas itu tidak memberikan kontribusi kepada pemilih,” katanya.
Untuk itu dia mengajak, pemilih memilih secara rasional dan masyarakat juga diharapkan kritis memantau pencalonan jika terutama jika ada calon tunggal karena prilakunya sama jika ada pelanggaran maka akan melakukan pelanggaran yang sama terutama politik uang.#osk

x

Jangan Lewatkan

Gubernur Sumsel : “ Jangan Sampai Kebudayaan dan Seni itu Stempelnya Duafa, Enggak Mau Aku!”

Palembang, BP Acara pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra  Berbahas Untuk Indonesia Sehat, Kamis (29/10) di Bukit Seguntang, Palembang   dimana rencananya ...