Home / Palembang / Penataan Ruang Kota Belum Ideal

Penataan Ruang Kota Belum Ideal

Palembang, BP — Menyandang kota metropolitan, Palembang masih mesti berbenah dari sisi penataan ruang. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menilai, tata letak perumahan dan industri mesti terpisah.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Saiful mengatakan, kondisi tata ruang Kota Palembang saat ini memang masih perlu perbaikan di sana sini khususnya memisahkan antara kawasan perumahan dengan industri besar maupun sedang. Menurutnya, kawasan yang tak tertata tidak hanay di satu titik saja, tetapi seluruh Palembang harus dibenahi.

“Seluruh Palembang harus ditata ulang. Antara letak perumahan dan industri harus terpisah. Sementara saat ini masih ada yang tercampur dengan jarak yang dekat. Hal ini lantaran, sebelumnya masyarakat yang lebih dulu membangun, kita ketinggalan, kita akan tertibkan semuanya,” katanya, disela FGD Peninjauan Kembali Tata Ruang Kota Palembang, Senin (4/12).

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang mengkaji dan mengumpulkan data yang nantinya bisa dijadikan sebagai acuan penataan ruang kota. Kedepan akan lebih teratur lagi kawasan peruntukan perumahan dan industri. “Sehingga tidak lagi kawasan industri tapi dibuat juga disana perumahan,” katanya.

Kedepan, Pemerintah Kota Palembang akan mengemvangkan kawasan khusus industri di Gandus. Meaki di wilayah tersebut banyak perumahan baru yang tumbuh, namun diyakini khusus industri ini terbilang jauh dari kawasan perumahan. “Akan ada jalan alternatifnya, kawasan di Gandus masih luas,” ujarnya.

Kabid Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Pera KP) Kota Palembang, Albert Medianto mengatakan, penataan kawasan pemukiman memang mesti dilakukan. Namun, saat ini pemukiman baru masyarakat sudah tersebar di beberapa titik seperti Sematang Borang, Sukarame, Alang-Alang Lebar (AAL), Gandus dan Karyajaya.

Sementara kawasan industri sekala berat ada di Kalidoni dan yang ringan ada di Gandus, Karyajaya dan Soekarno Hatta. “Penataan kawasan ini yang menjadi kendala adalah pembebasan lahan. Nantinya untuk perumahan pun ketersediaan lahan akan semakin berkurang,” katanya.

Akibat keterbatasan lahan, tambahnya, diprediksi 20 mendatang perumahan akan terbentuk bangunan vertikal. Hal ini lantaran luas lahan yang terus terkikis dan jumlah penduduk yang terus bertambah. “Sampai tahun lalu, kebutuhan rumah ada 13 ribu. Pemenuhan kebutuhannya diperkirakan hampir sama,” katanya. #pit

x

Jangan Lewatkan

Tahun Depan Sumsel Targetkan Mahkota PRI dan PCI

Palembang, BP–Dalam grand final ajang pencarian bakat Puteri Remaja Indonesia (PRI) dan Puteri Cilik Indonesia (PCI) di Jakarta beberapa waktu ...