Home / Headline / DPRD Sumsel Minta LRT Bermanfaat Juga Pasca Asian Games 2018

DPRD Sumsel Minta LRT Bermanfaat Juga Pasca Asian Games 2018

BP/IST
Senin (4/12) anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan I Kota Palembang melakukan silaturahmi ke PT KAI yang terletak di Jalan A Yani Plaju.

Palembang, BP

Menindaklanjuti pertanyaan masyarakat terkait nasib proyek berniliat triliunan rupiah LRT, pasca Asian Games, Senin (4/12) anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan I Kota Palembang melakukan silaturahmi ke PT KAI yang terletak di Jalan A Yani Plaju.
Dalam kunjungan tersebut, Koordinator dapil I, RA Anita Noeringhati didampingi H Chairul S Matdiah SH MHum, H Usman Efendi SH, H Kartak Sas, H Sujarwoto dan H Syaiful Fadli, menyampaikan, kalau kedatangan mereka ke PT KAI untuk menanyakan kesiapan PT KAI dalam menyambut Asian Games, mengingat April sudah tidak ada lagi pengerjaan pembangunan.
Sementara itu, Anggota dapil I Kartak Sas, meminta agar PT KAI memperbaiki semua fasilitas umum yang dimiliki perusahan tersebut, yang saat ini sudah banyak yang usang, seperti Sekolah dan sarana kesehatan milik PT KAI.
Sedangkan Anggota I lainnya, Usman Efendi dan H Syaiful Fadli menanyakan nasib LRT pasca Asian Games dan sumber energi listrik yang akan digunakan untuk LRT.
“Kami ingin tahu nasib proyek mercusuar dengan dana triliunan rupiah ini nantinya, apakah akan tetap berfungsi atau hanya akan menjadi monumental di Palembang. Selain itu, energi listrik yang digunakan sumbernya dari mana, jangan sampai LRT jalan listrik warga byar pet,” kata Usman sembari menanyakan konektifitas LRT dengan angkutan umum lainnya.
Menanggapi semua pertanyaan itu, Edy Suryanto, Deputy EUP PT KAI Drive 3 Palembang mengatakan, saat ini pembangunan LRT sudah 90 persen selesai, dan Januari semua rel kereta di target selesai semua.
”Pembangunan LRT di Sumsel adalah yang tercepat didunia. Kalau dinegara lain untuk membangun LRT butuh waktu 5-6 tahun, maka di Sumsel hanya 1,5 tahun dengan dana Rp 9,9 Triliun dari APBN,” jelasnya.
Akan tetapi, lanjutnya, untuk Asian games nanti baru ada 5 terminal yang bisa digunakan, dari 13 terminal yang ada. Sedangkan untuk tarif angkutan, hanya Rp 5000-Rp 10.000. ”Angka ini jauh lebih rendah dari tarif yang seharusnya yakin Rp 60 ribu,” jelasnya.
Sedangkan untuk soal kelanjutan LRT kedepan, Suryanto mengatakan, sesuai peraturan menteri PT KAI hanya ditugaskan untuk menjadi operator jasanya saja. Sedangkan masalah perencanaan dari awal, design perencanaan dan lainnya itu murni dari pusat yang pembangunannya diserahkan ke Waskita.
”Jadi kami hanya menggunakannya saja. Akan tetapi, sudah seharusnya kalau LRT bisa nyambung dengan moda lainnya. Untuk itu, kdepan akan kami bahal lebih lanjut dengan semua pihak yang berwenang agar LRT bisa nyambung ke Kertapati, begitupula dengan stasiun yang lain,” jelasnya.
Mengenai sarana umum PT KAI yang terbengkalai, pimpinan PT KAI mengaku akan meminta bagian yang terkait untuk mendata semua aset milik PT KAI, begitu pula dengan fasilitas umumnya. ”Untuk SMA dan Rumah sakit milik yayasan PT KAI, nanti akan kita tindak lanjuti melalui tim aset.
Selanjutnya akan kita lakukan penataan, kalau memang nanti ada yang harus dipindah, maka akan dipindah secara manusiawi,” bebernya. Sedangkan untuk pembangkit listrik, pihaknya mempunyai pembangkit sendiri, sehingga masyarakat tidak perlu khaatir byar pet. #osk

x

Jangan Lewatkan

Warga Prabumulih Antusias Sambut Kedatangan Alex Noerdin

  Prabumulih, BP–Kedatangan mantan Gubernur Sumsel 2 periode 2008-2018 H Alex Noerdin di kota Prabumulih disambut antusias oleh seluruh warga ...