Pengelolaan Media Dituntut Utamakan Kualitas dan Inovasi

9

Bengkulu, BP–Kondisi perkembangan media masih di luar kendali, persoalannya tidak ada yang dapat mengendalikan pemanfaatan teknologi yang menyerbu ke semua jenis bisnis, termasuk bisnis media .Informasi gratis dan kemudahan akses akan menghancurkan pilar pers.
Kondisi ini berhadapan dengan persoalan media cetak yang menjadi industri senja, media tv segera menyusul dan media digital belum berkembang sesuai harapan. Di tengah kondisi ini maka pengelola media dituntut meningkatkan kualitas dan inovasi . Dengan konten bermutu dan pengelolaan yang profesional maka akan menciptakan peluang. Demikian disampaikan oleh pembicara Hendry Ch Bangun dalam seminar nasional “Revolusi Digital : Peluang dan Tantangan Bagi Pers serta Pembangunan Daerah “.
Seminar nasional yang digelar di sela sela acara Konferensi Kerja Nasional PWI di Hotel Santika , Bengkulu, Sabtu (18/11).
Pembicara lain guru besar Fakultas Ekonomi Bisnis Univ Bengkulu , Lizar Alfansi.
Menurut Hendri, beberapa fakta tidak ada angka yang pasti, tetapi pendapatan media cetak mengalami penurunan. Terjadi PHK secara terbuka , bahkan terjadi penundaan gaji Karena jumlah pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran.
Model bisnis yang dikembangkan membuat versi e paper dan versi online. Sementara media online tumbuh cepat hanya mutu belum terbukti . Menurut Hendry untuk bisa bertahan bekerja atas dasar pemahaman atas pasar, maka pilihannya harus menjadi market leader. Pada sesion tanya jawab, terkait dengan kekhawatiran akan hilangnya media koran, bahwa media koran harus terus berinovasi sehingga konten dan pembaca nya tetap bisa dipertahankan.
Hendry menyimpulkan pada akhirnya produksi informasi tetap pada tataran kualitas dan bisa menjamin bahwa informasi bisa diterima dan dibutuhkan publik.#fir