Peringati Hari Pahlawan, Dinsos Sumsel Gelar Doa Bersama dan Paparan Sejarah

5

BP/DUDY OSKANDAR
Dinsos Sumsel menggelar doa bersama untuk pahlawan dan paparan sejarah oleh dua orang sejarawan kota Palemban Rd Moh Ikhsan dan Kemas Ari Panji, Minggu (5/11), di aula Dinsos Sumsel.

Palembang, BP–Dalam rangka peringatan hari pahlawan tahun 2017 serta sebagai penghargaan atas jasa dan perjuangan pahlawan bangsa, Dinas Sosial Provinsi (Dinsos) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar doa bersama untuk pahlawan , Minggu (5/11) di aula Dinsos Sumsel.
Selain itu juga digelar paparan sejarah oleh dua orang sejarawan kota Palembang , Rd Moh Ikhsan dan Kemas Ari Panji yang sambut antusias jajaran Dinsos Sumsel dan masyarakat kota Palembang.
Kadinsos Sumsel Belman Karmuda mengatakan, kalau kegiatan tersebut diharapkan dapat mengingatkan kembali masyarakat tentang jasa para pahlawan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan, menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai penghormatan bagi para pejuang kemerdekaan Indonesia.
“Kerelaan berkorban sekarang tidak mudah dilakukan. Padahal, para pahlawan berjuang tanpa pamrih, kecintaan mereka pada Tanah Air membuat pantang menyerah,” katanya.
Menurutnya,  saat ini nilai-nilai kepahlawanan di masyarakat sudah luntur dimana orang berkerja lebih kepada pamrih padahal pejuang dan pahlawan dulu berjuang tanpa pamrih.
Sehingga Belman,  mengajak seluruh masyarakat Sumsel dan jajaran Dinsos Sumsel untuk meresapi dan mengamankan nilai-nilai kepahlawanan yang diajarkan para pejuang dan pahlawan terutama berasal dari Sumsel yang kini tidak banyak diketahui masyarakat dan generasi muda saat ini.

Baca:  Program Keluarga Harapan Bergulir
Rd Moh Ikhsan

Mengenai paparan sejarah yang diuraikan oleh dua orang sejarawan kota Palembang , Rd Moh Ikhsan dan Kemas Ari Panji, pihaknya sangat apresiasi sekali , karena jarang ada orang yang memahami sejarah kota Palembang apalagi pahlawan-pahlawan dari Sumsel.

Kemas Ari Panji

Apalagi kini di Sumsel menurutnya baru dua orang yang menjadi pahlwanan nasional yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II dan Dr Ak Gani, padahal di Sumsel banyak sekali pahlawan-pahlawan yang layak diangkat dan menjadi pahlawanan nasional.
Sedangkan sejarawan kota Palembang , Rd Moh Ikhsan dan Kemas Ari Panji dalam kesempatan tersebut menjelaskan, soal sejarah Sumsel terutama kota Palembang dari era Kesultanan Palembang, masa pendudukan kolonial Belanda dan hingga masa revolusi Indonesia.
“Seharusnya Sumsel banyak pahlawanan-pahlawan yang bisa diangkat menjai pahlawan nasional, karena tiap daerah di Sumsel ada pahlawannya sendiri, ini bisa diangkat,” kata Kemas Ari Panji.
Rd Moh Ikhsan menjelaskan,  bagaimana menderitanya masyarakat Palembang saat di jajah oleh bangsa lain, sehingga menurutnya wajar kalau kota Palembang mengalami penderitaan yang panjang dan mengalami perjalanan sejarah yang panjang sejak dulu. #osk