Buronan Dibekuk Sedang Beli Popok

5

Tersangka Deni Pratama diamankan di Mapolresta Palembang, Jumat (3/11).

Palembang, BP–Deni Pratama (31), buronan kasus perampasan sepeda motor tak kesampaian memberikan popok untuk anak keduanya yang baru lahir, setelah ditembak polisi di kawasan Tangga Buntung, Kecamatan IB I Palembang, Jumat (3/11).

Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berupaya melarikan diri saat hendak diringkus Tim khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Polresta Palembang.

Berdasarkan data yang diperoleh, Deni ditangkap karena terlibat dalam aksi perampasan sepeda motor dengan ancaman senjata tajam beberapa waktu lalu di kawasan Pakjo.

Penangkapan warga Jalan Irigasi, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I Palembang ini dilakukan setelah petugas mengetahui keberadaan pelaku yang selama ini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) atas kasus kejahatan tersebut.

Baca:  Yadiansyah Buronan Kasus Pembunuhan Ditangkap

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono melalui Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara mengatakan setelah mendapat laporan dari korban, pihaknya melakukan penyelidikan dan pertama mengamankan Dio, rekan tersangka yang sudah menjalani hukuman.

Dari hasil pengembangan pihaknya mengetahui keberadaan pelaku di kawasan Tangga Buntung. Namun saat hendak ditangkap, tersangka mencoba kabur sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas.

“Barang bukti yang kita amankan satu bilah pisau yang digunakan tersangka saat melakukan aksinya dan saat ini tersangka masih diperiksa serta mengejar pelaku lain,” katanya.

Baca:  9 Bulan Jadi Buronan , Pelaku Pembunuhan Dibekuk di Medan

Sementara itu, tersangka Deni mengaku, ia sebenarnya tak ada niat melakukan aksi begal tersebut.  Berawal dari salah satu rekannya menghampiri dirinya saat sedang kumpul di kawasan Pakjo yang tak jauh dari lokasi kejadian.

“Saat sedang kumpul ada teman menghampiri, bilang kalau dia ditabrak orang di Pakjo. Lalu kami menemui orang itu,” katanya.

Setibanya di lokasi kejadian, kata Deni, mereka bertemu korban atau orang yang dimaksud temannya tersebut dan seketika ia hendak menghujam korban dengan pisau, namun korban lebih dulu kabur.

Baca:  Dua Buronan Kasus Pembunuhan Serahkan Diri

“Tidak saya tusuk, dia lari duluan ketakutan. Motornya ini ditinggalkannya saja, teman saya yang membawa lari motor itu,” paparnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek pangkalan ini berkilah kalau senjata tajam yang sering dibawanya atas anjuran sang istri yang baru melahirkan.

“Pisau itu punya saya. Sengaja dibawa kemana-mana karena istri saya baru saja melahirkan. Jadi harus bawa pisau kemana-mana,” kilahnya. #idz