Ultimate magazine theme for WordPress.

Residivis Kambuhan Kembali Bobol Rumah

Amirul Mukminin alias AmiK tak berdaya setelah ditembak kakinya.

Palembang, BP–Tak kapok masuk penjara, residivis bobol rumah, Amirul Mukminin alias Amik (33) kembali tertangkap oleh Unit Reskrim Polse Ilir Timur I setelah terbukti melakukan pencurian di Jalan Pangeran Antasari, Lorong Terusan nomor 227, RT6, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.

Tersangka dilumpuhkan menggunakan timah panas karena berupaya melawan saat dikepung aparat yang hendak menciduknya, Kamis (26/10).

Diketahui, tersangka sudah dua kali keluar masuk Rumah Tahanan Pakjo Palembang. Pertama pada 2013 dan yang kedua pada 2015. Keduanya dikarenakan perkara yang sama yakni pembobolan rumah.

Baca Juga:  Terekam CCTV Saat Beraksi, Pencuri Batre Dibekuk

“Saya butuh uang untuk bayar kontrakan. Uang saya kerja buruh harian tidak cukup, makanya tidak ada pilihan lain,” aku tersangka.

Tersangka melakukan pembobolan pada Kamis 28 September 2017 sekitar pukul 01.00 dini hari, sebulan sebelum dirinya tertangkap. Sebelum beraksi, warga Jalan Pasar Kentut, Kecamatan IT I tersebut, terlebih dulu mencari sasaran empuk.

Setelah mencari, akhirnya dirinya memutuskan untuk membobol rumah korban Azhari. Saat kejadian korban sedang tidur sehingga tidak menyadari aksi korban.

Baca Juga:  Pulang Karena Rindu Keluarga, Disergap Polisi

Tersangka Amik masuk dari belakang rumah dengan cara mencongkel pagar seng serta pintu dapur rumah korban menggunakan obeng.

“Saya ambil uang Rp200.000 di dalam celana korban yang tergantung di ruang tengah, terus naik ke lantai dua mengambil laptop, dan ponsel yang lagi di cas,” ujarnya.

Kemudian dirinya pun mengendap keluar rumah tanpa diketahui korban. Korban baru sadar menjadi korban pencurian setelah bangum tidur. Korban pun melapor ke polis.

Baca Juga:  TNI Gadungan Peras Pedagang

Kapolsek Ilir Timur I Kompol Edi Rahmat berujar, setelah korban melapor kemudian pihaknya segera menyelidiki kasus tersebut.

Pihaknya mengetahui jejak tersangka setelah menemukan hasil curian yang telah dijualnya tersebut. Dalam waktu sebulan, tersangka pun ditangkap.

“Kami mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop berwarna hitam, satu buah dompet, uang tunai sebesar Rp200.000, satu buah topi, serta satu buah pengisi daya portabel,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...