Ultimate magazine theme for WordPress.

Baku Tembak Dengan Polisi, Buronan Tiga Tahun Tewas

Jenazah Syahrul usai diotopsi.

Palembang, BP–Seorang buronan berbagai macam tindak kriminal, Fahrullah alias Sahrul (26) meregang nyawa di tengah baku tembak saat kejar-kejaran dengan polisi di tengah Kota Palembang, Selasa (24/10) pukul 03.00 dini hari.

Polisi diketahui telah memburu tersangka selama hampir tiga tahun karena puluhan kali melakukan berbagai macam tindak kriminal. Pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian disertai dengan kekerasan (curas), dan pencurian dengan pemberatan (curat) pernah dilakukannya dalam kurun waktu tersebut. Sahrul pun tak segan melukai korbannya saat beraksi.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara berujar, pihaknya telah melakukan penyelidikan intensif seminggu sebelumnya sebelum merencanakan penangkapan.

“Pengintaian terhadap tersangka pun telah dilakukan sejak lama dengan mengumpulkan berbagai laporan aksi kriminal yang diderita masyarakat. Pelaku pun sudah 2-3 tahun buron sehingga penangkapannya menjadi target utama operasi kami,” ujarnya.

Setelah penyelidikan, Yon berujar, anggota polisi akhirnya mengetahui posisi pelaku dan komplotannya yang tengah berada di kawasan Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang tepatnya di depan Percetakan Rambang dan segera menggelar operasi penangkapan pelaku.

Baca Juga:  Mencoba Kabur, Dua Pelaku Jambret Didor

Namun pelaku yang jumlahnya dua orang, sigap melawan saat hendak diringkus. Baku tembak di kawasan tersebut tak terelakkan hingga kedua pelaku berhasil menaiki sepeda motor untuk melarikan diri.

Tak mau incarannya lepas, polisi pun mengejar kedua pelaku yang melarikan diri ke arah Jembatan Musi II. Di tengah perjalanan pun, tersangka Sahrul yang dibonceng masih melawan dengan melepaskan tembakan ke arah polisi yang mengejarnya.

Hingga di kawasan Musi II, polisi melepaskan tembakan yang tepat mengenai tersangka Sahrul. Warga Jalan Tangga Takat, Gang Abadi, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Plaju, Palembang ini roboh dari sepeda motor akibat tiga peluru yang bersarang di dadanya dan tergeletak di tengah jalan. Sementara satu pelaku lain berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor.

“Tersangka sempat kami bawa ke rumah sakit namun meninggal di perjalanan. Akhinya dibawa ke Instalasi Forensik RS Bahayangkara Palembang untuk keperluan visum dan otopsi,” jelas Yon.

Baca Juga:  Hadapi Pilkada Serentak 2019, KPUD PALI Kumpulkan Parpol

Beberapa kasus yang dilakukan tersangka, diungkapkan Yon, merupakan kasus curat, curas, dan curanmor (3C). Tersangka pun diketahui pernah melakukan penggelapan sepeda motor, pengeroyokan, serta merupakan residivis kasus penggelapan dan baru keluar dari Lapas Kayuagung tiga bulan lalu.

“Pelaku merupakan buronan Polresta dan beberapa Polsek di Palembang. Dalam satu kasus curas yang dilakukannya, pelaku tidak segan menyiramkan air keras kepada korbannya sehingga mengalami luka berat dan cacat di wajah dan tubuh korban,” jelas Yon.

Dari jasad tersangka, pihaknya menyita barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver, beberapa amunisi, senjata tajam jenis pisau, dan sepaket narkoba jenis sabu di saku celana Sahrul.

“Saat ini kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengejar satu pelaku lain yang berhasil melarikan diri,” ujar Yon.

Baca Juga:  Godek Menyerahkan Diri ke Polisi

Berdasarkan pantauan di RS Bhayangkara Palembang, tidak terlihat kerumunan warga dan keluarga pelaku yang menyambanginya. Namun ayah pelaku, Suyanto (55), menunggu dokter forensik menyelesaikan visum untuk membawa pulang anak nomor tiganya tersebut.

“Saya tahu dari polisi kalau anak saya meninggal. Saya tidak tahu kalau anak saya suka beraksi kriminal karena dia itu juga bekerja di bengkel,” ujarnya.

Dirinya berujar, anaknya tersebut memang terkadang menghilang lama tidak pulang ke rumah tidak tahu apa yang dikerjakannya. Beberapa waktu lalu pun pernah pergi selama 15 hari tanpa tahu rimbanya usai menjual ponselnya.

“Semalam sebelum kejadian anaknya telpon ke dia minta dibelikan kipas angin. Dia bilang iya nanti papa pulang dibelikan. Lalu dia minta uang ke saya dan pergi. Setelah itu dapat kabar tahu-tahu sudah meninggal,” tuturnya.

Polresta Palembang memberikan dua karung beras dan uang santunan kepada keluarga sebagai bentuk bela sungkawa. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...